Anggota DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta dari Fraksi Gerindra, Muhammad Lisman Puja Kesuma, meninggal dunia setelah diduga terkena serangan jantung di sebuah rumah sakit di Jakarta. Kabar duka itu dibenarkan Wakil Ketua DPRD DIY Budi Waljiman, yang mengaku baru menerima informasi sekitar pukul 16.00 WIB. Politikus kelahiran Medan, 24 Januari 1992, itu tengah menjalani pengobatan di Jakarta sebelum meninggal.
YOGYAKARTA — Kabar meninggalnya Lisman Puja Kesuma pertama kali diterima Budi Waljiman melalui telepon sore itu. Ia mengaku kaget karena tidak menyangka rekan satu partainya tersebut berpulang begitu cepat.
"Nggih, leres, leres, leres (betul), tadi baru diproses ini. Saya juga kaget baru menerima informasinya sore ini," kata Budi saat dikonfirmasi melalui telepon, Sabtu.
Serangan Jantung di Rumah Sakit Jakarta
Menurut Budi, informasi soal serangan jantung diterimanya sekitar pukul 16.00 WIB. Lisman disebut tengah dirawat di salah satu rumah sakit di Jakarta ketika kondisinya memburuk.
"Kena serangan jantung. Saya dapat informasi itu sekitar pukul 16.00 WIB di rumah sakit di Jakarta," ujarnya.
Sebelumnya, Lisman memang menjalani pengobatan di Jakarta untuk penyakit sinus. Kondisi itu yang membuatnya berada di ibu kota saat kejadian berlangsung.
Rencana Pemakaman Masih Dibahas Internal Gerindra DIY
Pihak Gerindra DIY masih mendiskusikan rencana menyusul ke Jakarta. Perdebatan muncul soal lokasi pemakaman jenazah, apakah diterbangkan ke Sumatra atau dimakamkan di Jakarta.
"Ini baru dirapatkan dan baru cari informasi nanti (jenazah) mau langsung diterbangkan untuk dimakamkan di daerah asalnya di Sumatra atau di Jakarta, ini masih simpang siur," katanya.
Lisman lahir di Medan, Sumatera Utara, 24 Januari 1992. Ia dikenal sebagai politikus muda Gerindra yang aktif di DPRD DIY.
Budi Waljiman Kenang Sosok Lisman yang Konsisten
Budi menyebut almarhum sebagai figur yang peduli kepada sesama. Menurutnya, Lisman juga konsisten memperjuangkan arah partai selama menjabat.
"Almarhum ini sangat-sangat konsisten dan komit dengan arah perjuangan partai," ujarnya.
Hingga kabar duka ini diturunkan, belum ada keterangan resmi soal jadwal pemakaman. Partai Gerindra DIY masih berkoordinasi dengan keluarga almarhum di Jakarta dan Sumatra.