KULONPROGO — Bupati Kulonprogo Agung Setyawan menyatakan penanganan pagar SMPN 4 Pengasih menjadi skala prioritas demi keamanan peserta didik dan tenaga pendidik di lingkungan sekolah. Kepastian anggaran itu disampaikannya setelah mengecek langsung kondisi pagar sebagai tindak lanjut laporan warga.
Pagar tembok sekolah yang berada di Kapanewon Pengasih itu kini miring dan ditopang kayu agar tidak roboh. Pemerintah daerah menilai kondisi tersebut berisiko membahayakan siapa pun yang beraktivitas di sekitarnya.
Mengapa Pagar SMPN 4 Pengasih Ditopang Kayu Sementara?
Penopang kayu dipasang untuk menahan laju kemiringan pagar sebelum perbaikan permanen dikerjakan. Langkah itu bersifat sementara karena tembok yang miring bisa ambruk sewaktu-waktu.
Peserta didik dan tenaga pendidik diimbau tidak beraktivitas di sekitar pagar selama kondisinya masih membahayakan. Perbaikan fisik bangunan dinilai menjadi kebutuhan yang harus ditindaklanjuti sesuai perencanaan pemerintah daerah.
Perbaikan Pagar Dijadwalkan Mulai Awal 2027
Agung memastikan pembenahan pagar telah masuk penganggaran 2027 dan akan digarap pada tahun tersebut. Ia menyebut keselamatan anak-anak sebagai pertimbangan utama dalam menentukan prioritas.
"Saya pernah mendapatkan pelaporan tembok doyong di SMP N 4 Pengasih. Saya mencoba memastikan ulang dan alhamdulillah masih stay ada di penganggaran 2027 ini masuk untuk besok tahun besok digarap. Jadi memang menjadi skala prioritas kita untuk keamanan anak-anak agar tidak membahayakan anak-anak dalam berinteraksi di lingkungan sekolahnya," ujar Agung kepada wartawan, Jumat (16/10/2026).
Kepala SMPN 4 Pengasih Rahmi Atiningrum menyambut baik kepastian tersebut. Menurutnya, perbaikan pagar depan sekolah merupakan salah satu aspirasi utama yang selama ini diharapkan mendapat perhatian pemerintah.
"Harapannya nanti bisa mendapat perhatian khusus dan penanganan di tahun 2027, dan ternyata tadi sudah dipastikan oleh beliau bahwa insyaallah nanti di awal tahun 2027 kami akan mendapat bantuan untuk refit di pagar depan sekolah," terangnya.
Bupati Soroti Jumlah Siswa yang Menyusut
Persoalan lain yang disorot Agung adalah jumlah peserta didik SMPN 4 Pengasih yang dinilai masih kurang. Kondisi itu berkaitan dengan pola penerimaan siswa serta perubahan demografi penduduk Kulonprogo, terutama di sekitar sekolah.
Ia menilai sistem seleksi masuk sekolah perlu dievaluasi agar kebutuhan sekolah di wilayah setempat tetap diperhatikan. Pola penerimaan yang terlalu terbuka, menurutnya, berpotensi membuat calon siswa memilih sekolah lain yang dinilai lebih baik.
"Mengenai yang kurang siswa, ini karena pola perekrutan siswanya kemarin dirasa tidak memberikan satu proteksi kepada daerah setempat karena menjadi sangat terbuka untuk ke SMP-SMP yang secara graduasi lebih baik. Saya berharap nanti ada pembenahan. Selain itu, program yang paling sukses itu adalah Keluarga Berencana, sehingga jumlah siswa akan selalu mengikuti, dari TK kurang, SD kurang, SMP pun kurang, hingga nanti ke SMA karena kita mengalami penyusutan angka kelahiran," jelasnya.
Sekolah Minta SPMB Dievaluasi
Rahmi berharap pemerintah daerah mengevaluasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) agar SMPN 4 Pengasih memperoleh jumlah siswa yang memadai pada tahun-tahun mendatang. Pembenahan sistem penerimaan dinilai perlu agar kebutuhan sekolah setempat menjadi pertimbangan dalam proses penerimaan peserta didik baru.
Dengan begitu, penanganan SMPN 4 Pengasih tidak hanya menyangkut perbaikan pagar yang rawan ambruk, tetapi juga keberlangsungan sekolah melalui kebijakan penerimaan murid yang sesuai kondisi wilayah. Pemerintah daerah diharapkan menindaklanjuti kedua persoalan itu, dengan keselamatan warga sekolah melalui perbaikan pagar sebagai salah satu prioritas dalam perencanaan anggaran 2027.