Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan ringan hingga sedang berpotensi mengguyur sejumlah kota di Jawa, Sumatera, Bali, dan Nusa Tenggara pada Minggu. Peringatan itu disampaikan menyusul adanya sirkulasi siklonik di Samudera Hindia sebelah barat Aceh yang membentuk daerah perlambatan dan pertemuan angin. BMKG juga meminta pengguna transportasi udara mewaspadai keberadaan awan kumulonimbus di sembilan wilayah.
YOGYAKARTA — Prakirawan BMKG, Vita, menyebut sirkulasi siklonik di Samudera Hindia sebelah barat Aceh berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah tersebut. Kondisi cuaca kering masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia, tetapi hujan lebat tetap dapat terjadi secara lokal.
Hujan Ringan Berpotensi di Serang, Bandung, Semarang, dan Mataram
Di Pulau Jawa, Bali, serta Nusa Tenggara, hujan ringan diprakirakan mengguyur Serang, Bandung, Semarang, dan Mataram. Jakarta, Surabaya, Denpasar, dan Kupang justru diprakirakan cerah berawan hingga berawan tebal.
Untuk wilayah Sumatera, hujan sedang berpotensi terjadi di Padang. Hujan ringan diprakirakan mengguyur Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Jambi, dan Bengkulu.
Hujan Petir di Tanjung Selor, Asap Kabut di Palangka Raya dan Banjarmasin
BMKG memperingatkan potensi hujan petir di Tanjung Selor, Kalimantan Utara, serta hujan ringan di Pontianak. Palangka Raya dan Banjarmasin berpotensi mengalami asap atau kabut, sementara Samarinda udara kabur.
Di wilayah Sulawesi, hujan ringan berpotensi terjadi di Mamuju. Gorontalo, Manado, Makassar, dan Kendari diprakirakan cerah berawan hingga berawan tebal.
Untuk Maluku dan Papua, hujan ringan berpotensi terjadi di Manokwari dan Jayapura. Kondisi berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di Ternate, Jayawijaya, dan Merauke.
Peringatan Awan Kumulonimbus untuk Penerbangan
BMKG mengingatkan pengguna transportasi udara untuk mewaspadai keberadaan awan hujan atau kumulonimbus di sejumlah wilayah. Wilayah tersebut meliputi Sumatera bagian utara hingga tengah, Samudera Hindia sebelah barat Sumatera, Selat Malaka bagian utara dan tengah, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, serta Papua Pegunungan.
"Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi tersebut," kata Vita dalam siaran resmi yang dipantau dari Jakarta.
Gelombang Laut Capai 4 Meter di Perairan Barat Bengkulu hingga NTB
Bagi masyarakat yang beraktivitas di laut, BMKG memprakirakan angin di wilayah Indonesia umumnya bertiup dengan kecepatan 6 hingga 26 knot. Gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Samudera Hindia sebelah barat Bengkulu dan Lampung serta Samudera Hindia sebelah selatan Banten hingga Nusa Tenggara Barat.
BMKG menegaskan meskipun cuaca kering masih mendominasi, hujan lebat tetap dapat terjadi secara lokal. Masyarakat diimbau menyesuaikan aktivitas dan perjalanan dengan kondisi cuaca serta memantau informasi terbaru melalui kanal resmi BMKG.