DI YOGYAKARTA — AMD resmi mengakuisisi World Labs, laboratorium AI asal San Francisco yang didirikan Fei-Fei Li, dengan nilai USD 8,2 miliar atau setara Rp 147 triliun. Pembayaran transaksi dilakukan menggunakan saham, dan pendiri World Labs akan menjabat sebagai kepala ilmuwan sekaligus executive vice president di AMD. Langkah ini memperkuat posisi AMD dalam persaingan prosesor AI melawan Nvidia.
World Labs mengembangkan teknologi world model yang mampu menyimulasikan lingkungan 3D berbasis fisika. AMD sebelumnya sudah menanamkan investasi di laboratorium riset tersebut sebelum memutuskan mengakuisisi seluruhnya.
Profil World Labs dan Teknologi Marble
World Labs didirikan oleh Fei-Fei Li, mantan profesor Universitas Stanford yang pernah bekerja di Google dan memimpin riset AI di sana. Laboratorium ini berbasis di San Francisco dan fokus pada pengembangan model dunia generasi berikutnya.
Dalam demonstrasi yang dipresentasikan Li bersama CEO AMD Lisa Su awal tahun ini, World Labs memperkenalkan model bernama Marble. Model tersebut mampu menciptakan pemandangan 3D hanya dari beberapa gambar masukan.
Teknologi ini diproyeksikan membantu pengembangan robot dan aplikasi AI berbasis fisik lainnya. Para peneliti AI menilai world model menjadi fondasi penting bagi sistem cerdas yang perlu berinteraksi dengan lingkungan nyata.
Detail Transaksi dan Posisi Fei-Fei Li
AMD membayar akuisisi ini menggunakan saham, dengan nilai kesepakatan USD 8,2 miliar atau sekitar Rp 147 triliun. Angka ini menjadikannya akuisisi terbesar kedua dalam sejarah AMD, setelah pembelian Xilinx senilai sekitar USD 50 miliar pada 2022.
Fei-Fei Li akan menjabat sebagai kepala ilmuwan dan executive vice president di AMD. Ia menyebut Lisa Su sebagai sahabat luar biasa dalam unggahan di media sosial.
"Kami teguh pada misi kami dan semakin bersemangat untuk terus membangun organisasi riset terdepan berskala global yang akan bertahan hingga beberapa dekade mendatang," tulis Li.
AMD berencana membiarkan World Labs tetap beroperasi secara terpisah dari bisnis pembuatan chip hingga transaksi rampung pada akhir tahun ini.
Dampak ke Strategi Chip AI AMD
Riset World Labs mengenai model generasi berikutnya akan menjadi masukan bagi AMD untuk merancang kapabilitas chip AI mereka beberapa tahun ke depan. AMD saat ini tengah menyaingi Nvidia di pasar prosesor AI.
Li dalam presentasi menyoroti manfaat world model bagi pengembangan sistem otonom. "Agen-agen cerdas, baik itu robot, kendaraan, maupun peralatan, dapat belajar di dalam dunia digital berbasis fisika yang sangat kaya bahkan sebelum mereka diterjunkan ke dunia nyata, sehingga menjadikannya jauh lebih aman," ujarnya.
Konteks Persaingan M&A AI Global
Akuisisi ini menjadi gebrakan terbesar AMD di pasar merger dan akuisisi AI, di tengah gelombang belanja besar perusahaan teknologi Amerika Serikat untuk merekrut talenta teknis dan riset terbaik.
Tahun lalu, OpenAI membeli startup perangkat AI milik Jony Ive, io, senilai sekitar USD 6,4 miliar demi memboyong desainer iPhone tersebut. Nvidia menghabiskan USD 33 miliar untuk produsen chip AI Groq dan platform open source Hugging Face.
Meta menggelontorkan USD 14 miliar sepanjang 2025 untuk saham minoritas di Scale AI. Kesepakatan itu turut menarik pendiri Scale AI, Alexandr Wang, untuk merintis divisi AI baru di Meta.
Bagi pasar teknologi Asia Tenggara, termasuk Indonesia, pergerakan AMD ini menandai percepatan adopsi world model sebagai fondasi AI berbasis fisik. Transaksi dijadwalkan tuntas akhir tahun ini, dengan World Labs tetap berjalan sebagai entitas riset terpisah di bawah payung AMD.