DI YOGYAKARTA — Elon Musk menyebut Presiden China Xi Jinping sebagai pemimpin yang hebat dan sangat kompeten dalam wawancara dengan media China, beberapa jam sebelum Xi bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Bos SpaceX dan Tesla itu juga memuji pabrik Shanghai sebagai "permata" dan menilai China unggul dalam kinerja per unit komputasi.
Pujian Elon Musk terhadap kepemimpinan Xi Jinping disampaikan lewat wawancara yang tayang di akun media sosial CCTV. Dalam video tersebut, Musk menilai kemakmuran rata-rata warga Tiongkok meningkat pesat selama masa kepemimpinan Xi.
"Dia tampak seperti pemimpin yang hebat. Di bawah masa kepemimpinannya, China telah mengalami kemakmuran yang luar biasa. Saya telah menyaksikannya sendiri," ujar Musk, dikutip dari South China Morning Post.
Wawancara berlangsung beberapa jam sebelum Xi meninggalkan China untuk menghadiri pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Musk saat itu tengah berada di Washington sebagai salah satu eksekutif teknologi yang menghadiri jamuan makan malam kenegaraan di Gedung Putih.
Duduk Semeja dengan Altman hingga Huang
Dalam jamuan tersebut, Musk duduk bersama sejumlah nama besar industri teknologi AS. Hadir Sam Altman dari OpenAI, Jensen Huang dari Nvidia, dan Tim Cook dari Apple.
Kehadiran Musk di forum itu menarik perhatian karena posisinya yang unik. Ia mengendalikan Tesla dengan basis manufaktur luar negeri terbesar di Shanghai, sekaligus memimpin SpaceX yang menjadi kontraktor utama Pentagon dan badan intelijen AS.
Hubungan bisnis Musk dengan China memang luas. Namun dalam beberapa tahun terakhir, keterkaitan itu jadi sorotan di Washington karena dimensi pertahanan SpaceX.
Pabrik Shanghai Disebut "Permata"
Musk tidak hanya memuji sosok Xi. Dalam wawancara hari Rabu tersebut, ia menyebut pabrik Tesla di Shanghai sebagai "permata" dan memuji industri manufaktur China secara umum.
"China memiliki kemampuan bawaan yang sangat kuat dalam bidang manufaktur. Hal ini tidak hanya berlaku di masa kini saja," kata Musk.
Ia menambahkan bahwa tim Tesla di China sangat berbakat, pekerja keras, dan dapat diandalkan. "Kualitasnya luar biasa, begitu pula efisiensinya. Pabrik Tesla di Shanghai adalah sebuah permata," ujarnya.
Prediksi Soal Kendala Komputasi dan Chip
Pujian Musk meluas ke sektor kecerdasan buatan. Kepada lembaga penyiaran negara itu, ia menyebut model AI dari China secara umum luar biasa dan menilai China jauh lebih unggul dalam kinerja per unit komputasi.
"Menurut saya, China akan mengatasi keterbatasan komputasi lebih cepat daripada perkiraan kebanyakan orang. Perkiraan kasar saya adalah China akan mengatasi kendala komputasi ini melalui teknologi litografi dan pembuatan chip dalam waktu sekitar dua atau tiga tahun," kata Musk.
Pernyataan itu muncul beberapa minggu setelah otoritas AS menuduh enam perusahaan AI China, termasuk DeepSeek dan Alibaba, melakukan distilasi model buatan AS dalam skala industri. Tuduhan itu disebut dilakukan dengan cara yang agresif, berbahaya, dan terarah.
Beijing menolak tuduhan tersebut karena dianggap tidak berdasar. Sampai saat ini belum ada tanggapan resmi dari pihak Musk atau Tesla terkait reaksi Washington atas kedekatannya dengan China.