Pencarian

Pemkot Yogyakarta Perkuat Branding City of Festivals guna Dongkrak Ekonomi UMKM Lokal

Jumat, 01 Mei 2026 • 03:01:16 WIB
Pemkot Yogyakarta Perkuat Branding City of Festivals guna Dongkrak Ekonomi UMKM Lokal
Pemkot Yogyakarta resmi memperkuat branding "Jogja City of Festivals" untuk mendongkrak ekonomi UMKM lokal.

KOTA YOGYAKARTA - Pemerintah Kota Yogyakarta secara resmi memperkuat branding daerah melalui konsep "Jogja City of Festivals" untuk memajukan sektor pariwisata dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Strategi ini diusung sebagai upaya komprehensif dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang dinamis dan berkelanjutan melalui sinergi lintas sektor di wilayah tersebut.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyatakan bahwa Kota Yogyakarta memiliki potensi besar yang melimpah, namun sejauh ini belum sepenuhnya terpetakan secara digital maupun menyeluruh. Melalui branding kota festival, pemerintah daerah menargetkan adanya sinkronisasi yang lebih kuat antara para pelaku usaha dengan agenda pariwisata tahunan.

Strategi Jitu Mengatasi Low Season Pariwisata

Salah satu tantangan utama yang dihadapi sektor pariwisata di Kota Yogyakarta adalah fluktuasi kunjungan wisatawan. Wawan mengungkapkan bahwa periode sepi kunjungan atau low season biasanya terjadi pada rentang bulan Februari hingga April. Kondisi ini memerlukan intervensi kreatif agar arus perputaran uang di masyarakat tetap terjaga.

"Pada bulan-bulan tersebut, untuk menjaga arus wisatawan tetap stabil kita harus kreatif. Kita bisa besarkan skala perayaan seperti Imlek melalui branding 'City of Festivals'. Tujuannya agar tidak ada lagi istilah bulan sepi di Kota Yogyakarta," ujar Wawan saat memberikan paparan dalam acara bertajuk 'Jogja Kota Festival: Menggerakan UMKM Menguatkan Ekonomi Festival Jogja Rezeki Umum' di Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) Yogyakarta, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, dengan mengemas acara-acara budaya maupun religi menjadi festival berskala besar, daya tarik kota akan tetap terjaga sepanjang tahun. Hal ini diharapkan dapat memberikan kepastian pendapatan bagi pelaku jasa pariwisata dan pedagang kecil yang selama ini sangat bergantung pada musim liburan sekolah atau akhir tahun.

Integrasi Data dan Kurasi Produk UMKM Lokal

Keberhasilan visi "Jogja City of Festivals" dinilai sangat bergantung pada kolaborasi antar-instansi pemerintah. Wawan mendorong adanya integrasi data dan program yang solid, terutama antara Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM (Dinperinkop UKM) dengan Dinas Pariwisata. Ia meminta Dinperinkop UKM untuk lebih intensif dalam melakukan kurasi produk dan pemetaan pasar.

"Dinas Pariwisata bertindak sebagai motor penggerak event dan promosi daerah, sementara para pelaku ekonomi kreatif berperan sebagai konseptor acara yang mampu menarik minat pasar milenial dan mancanegara," jelas Wawan. Sinergi ini bertujuan agar produk UMKM yang dipasarkan dalam setiap festival memiliki kualitas yang terstandarisasi dan sesuai dengan selera pasar global.

Acara yang berlangsung di PDIN tersebut juga menghadirkan Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Mohammad Sofyan, serta Kepala DinkopUKM Kota Yogyakarta, Trikaryadi Riyanto Raharjo. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan komitmen legislatif dan eksekutif dalam mendukung penuh penguatan ekosistem digital bagi pelaku UMKM agar mampu naik kelas secara kualitas dan jangkauan pasar.

Menjaga Narasi Inklusivitas dan Kota Toleransi

Selain fokus pada aspek ekonomi dan manajerial, Pemkot Yogyakarta juga menekankan pentingnya menjaga narasi Yogyakarta sebagai Kota Toleransi. Wawan menilai bahwa suasana kota yang inklusif, aman, dan ramah merupakan modal sosial yang sangat berharga untuk menarik minat investor maupun wisatawan domestik dan internasional.

"Jogja bukan hanya kota pendidikan, tapi kota yang sangat toleran. Jika nilai-nilai ini kita padukan dengan kreativitas, maka UMKM kita tidak hanya naik kelas secara kualitas, tapi juga secara jangkauan pasar melalui ekosistem digital yang kuat," tegasnya. Narasi kebhinekaan ini akan menjadi ruh dalam setiap festival yang digelar, sehingga wisatawan tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga merasakan pengalaman budaya yang mendalam.

Melalui langkah-langkah strategis ini, Pemerintah Kota Yogyakarta optimis bahwa ekonomi kerakyatan akan bergerak lebih dinamis. Transformasi menuju kota festival diharapkan mampu menghapus ketergantungan pada musim liburan tertentu dan menciptakan lapangan kerja baru melalui industri kreatif yang terus bertumbuh di setiap sudut kota.

Bagikan
Sumber: rri.co.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks