Hiu Kelabu Bukangi Kembali ke Kanal Busan Usai Dilepas ke Laut, 1,6 Juta Warga Sempat Memburunya

Penulis: Boyke Sihombing  •  Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:01:01 WIB
Hiu kelabu Bukangi kembali terlihat di pintu masuk kanal North Port Waterfront Park, Busan, Kamis pagi.

BUSAN — Bukangi terlihat lagi di dekat pintu masuk kanal North Port Waterfront Park pada Kamis pagi, menurut laporan The Korea Herald. Hiu betina itu melewati penghalang terapung sekitar pukul 23.05 waktu setempat (21.05 WIB), hanya lima jam setelah operasi penyelamatan Rabu dinyatakan berhasil pada pukul 18.10 waktu setempat (16.10 WIB).

Ini kali kedua Bukangi menembus penghalang setelah upaya penyelamatan. Dua operasi sebelumnya pada 29 September dan 2 Oktober juga tidak membuahkan hasil.

Dari Tontonan Warga Jadi Masalah Penyelamatan

Sejak pertama terlihat pada 18 September, hiu kelabu itu menjadi daya tarik warga Busan. Kantor berita Yonhap mencatat lebih dari 1,6 juta pengunjung mendatangi kanal hingga Minggu untuk melihat Bukangi dari dekat.

Namun kondisi hewan itu kini jadi sorotan. Institut Nasional Ilmu Perikanan (National Institute of Fisheries Science) belum melihat Bukangi makan sama sekali.

Luka yang terlihat pada tubuhnya, serta rekaman saat ia menabrak dinding kanal, menambah kekhawatiran pihak berwenang. Suhu air yang terus turun menjelang musim dingin disebut berpotensi memperburuk kondisi hiu tersebut.

Dua Opsi di Meja Petugas: Perkuat Penghalang atau Tangkap

Para pejabat Busan kini mempertimbangkan dua langkah. Opsi pertama memperkuat penghalang terapung agar Bukangi tidak lagi lolos ke kanal. Opsi kedua menangkap hiu itu lalu memindahkannya ke perairan terbuka.

Keduanya sama-sama berisiko. Memperkuat penghalang tidak menjamin Bukangi berhenti mencoba menembus, sementara penangkapan berisiko memperparah luka dan stres pada hewan yang kondisinya sudah menurun.

Pihak berwenang khawatir Bukangi bisa mati jika suhu air terus turun sebelum solusi permanen dijalankan. Hiu kelabu sendiri masuk kategori terancam punah, sehingga setiap keputusan penanganan diawasi ketat oleh peneliti kelautan setempat.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: radiostar.harianjogja.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top