Konsulat Kehormatan Meksiko Segera Berdiri di Royal Ambarrukmo Jogja, Jadi Pusat Informasi Budaya dan Bahasa Spanyol

Penulis: Edi Wahyono  •  Sabtu, 24 Oktober 2026 | 05:33:01 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima kunjungan Duta Besar Meksiko untuk Indonesia Francisco de la Torre Galindo di Kompleks Kepatihan, Jogja.

YOGYAKARTA — Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DIY Abdul Ghofar Ismail menyebut rencana konsulat kehormatan itu sebagai upaya mendekatkan masyarakat DIY dengan negara yang secara geografis jauh. Pernyataan disampaikan setelah ia mendampingi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima kunjungan silaturahim perdana Duta Besar Meksiko untuk Indonesia Francisco de la Torre Galindo di Kompleks Kepatihan, Jogja, Jumat (23/10/2026).

"Meksiko ini negara yang letaknya jauh sekali secara geografis. Usaha kita, tantangan kita ke depan adalah untuk mendekatkan jarak yang jauh ini, bisa terasa lebih dekat," kata Ghofar di Jogja, Jumat (23/10/2026).

Meski lokasi sudah mengerucut ke Royal Ambarrukmo, pembentukan konsulat belum memasuki tahap operasional. Proses administratif masih berlangsung di Kementerian Luar Negeri Meksiko.

Pusat Informasi dengan Buku, Film, hingga Kelas Bahasa Spanyol

Konsulat Kehormatan Meksiko di Royal Ambarrukmo dirancang sebagai pusat informasi tentang negara tersebut. Fasilitas itu direncanakan menyediakan koleksi buku, video, film, dan majalah yang bisa diakses masyarakat DIY.

Warga tidak hanya membaca sejarah dan kebudayaan Meksiko dari bahan bacaan. Pemda DIY juga menyiapkan pengenalan bahasa Spanyol sebagai pintu awal memahami negara itu lebih dekat.

Ghofar menilai pengenalan budaya dan bahasa menjadi langkah pembuka sebelum kerja sama yang lebih luas. Pertukaran pelajar dan mahasiswa masuk dalam daftar lanjutan yang dijajaki kedua pihak.

"Dengan demikian, nanti mungkin diikuti juga dengan pertukaran mahasiswa, pertukaran pelajar. Orang Meksiko datang ke sini untuk belajar dan orang Indonesia juga bisa datang ke Meksiko," ujarnya.

Konser Bersama hingga Seniman Meksiko Tampil di Jogja

Selain pendidikan, Pemda DIY menjajaki kerja sama seni dan budaya. Ghofar menyebut konser bersama sebagai salah satu gagasan yang sudah dirancang, dengan menghadirkan seniman Meksiko untuk tampil di Yogyakarta.

"Kerja sama ke depan yang paling potensial adalah dalam bidang pendidikan dan seni budaya. Ke depan, telah dirancang suatu kegiatan bersama, misalnya joint concert. Ada artis dari Meksiko yang didatangkan ke Yogja untuk tampil di sini," katanya.

Rincian jadwal maupun nama seniman yang akan dihadirkan belum disampaikan. Rencana konser itu masih berstatus penjajakan kerja sama antara kedua pihak.

Sultan: Hubungan Jangan Berhenti di Level Antarpemerintah

Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan bahwa kesempatan saling mengenal sejarah, budaya, dan pendidikan menjadi landasan dialog serta persahabatan yang berkelanjutan. Menurut Sultan, komunikasi yang sudah terjalin perlu ditindaklanjuti lewat bentuk kerja sama konkret, termasuk menjajaki pembentukan kelembagaan seperti konsulat kehormatan.

"Jadi tidak hanya formalitas hubungan antar-pemerintah, tetapi bagaimana publik juga bisa tahu sejarah, budaya, pendidikan yang di Meksiko dan sebagainya. Itu jadi landasan untuk membangun dialog lebih jauh antar-publik. Dengan pola pendekatan seperti itu, akan terbangun persahabatan, komunikasi yang paling baik," kata Sultan.

Dengan pola itu, pengenalan sejarah dan budaya tidak berhenti di ruang rapat pejabat. Warga DIY dan masyarakat Meksiko diharapkan bisa berdialog langsung, baik lewat pertukaran pelajar, kelas bahasa, maupun panggung seni bersama.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: jogjapolitan.harianjogja.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top