DI YOGYAKARTA — Setelah uji jalan di lintasan dan jalan rusak, Ford F-150 STX Lobo 2026 meninggalkan kesan ganjil: tampangnya agresif seperti street truck, tapi catatan 0-60 mph 5,7 detik dan grip 0,78 g justru mengungkap performa yang biasa saja untuk pikap seharga USD 59.860. Varian berbasis trim STX ini menjanjikan semangat F-150 Lightning generasi awal, namun kabin penuh material murah dan suspensi daun belakang yang kaku membuat paket ini sulit dibenarkan di angka tersebut.
Ford F-150 STX Lobo 2026 adalah upaya Ford menghidupkan kembali formula street truck yang dulu melekat pada F-150 Lightning generasi pertama dan kedua bermesin bensin era 1990-an hingga 2000-an. Uji jalan yang dilakukan Car and Driver di lintasan tertutup dan jalan rusak memperlihatkan satu pola konsisten: truk ini menarik perhatian, tapi bukan selalu dengan cara yang diinginkan.
Dari sisi tampilan, Ford cukup berhasil. Punggung truk diturunkan sekitar dua inci, ditambah body extension dan bumper depan dalam yang membuat siluetnya terlihat lebih menempel ke aspal. Emblem gelap, kap mesin model cowl, velg hitam 22 inci, dan deretan lampu di depan membuat Lobo menonjol di antara varian F-150 lain.
Jantung pacunya adalah V8 5.0 liter naturally aspirated milik Ford, salah satu alasan utama orang membeli varian ini. Angkanya 400 horsepower dan torsi 410 pound-feet, dengan catatan suara knalpot yang menggeram melalui dua ujung pipa — terukur 84 desibel saat gas dibuka penuh.
Masalahnya, tenaga sebesar itu tidak serta-merta mengubah karakter berkendara. Saat diuji dalam mode penggerak roda belakang, ban belakang memang mudah kehilangan traksi dan menimbulkan sensasi menyenangkan. Tapi begitu diluncurkan dengan penggerak empat roda, catatan waktunya justru biasa: 0-60 mph dalam 5,7 detik dan seperempat mil dalam 14,2 detik pada kecepatan 100 mph.
Untuk pikap kerja sehari-hari, akselerasi itu lebih dari memadai. Namun untuk truk yang tampangnya seagresif Lobo, angka tersebut terasa kurang bertenaga. Bobot uji 5.196 pon ikut berperan menahan laju.
Car and Driver mencatat grip skidpad hanya 0,78 g dengan ban Bridgestone Alenza all-season, sementara pengereman dari 70 mph membutuhkan jarak 183 kaki. Kedua angka ini tergolong kurang memuaskan untuk kelasnya.
Penilaian penguji: ban summer dengan cengkeraman lebih tinggi akan memberi perbaikan berarti, persis seperti yang mereka rasakan pada Ford Maverick Lobo versi lebih kecil. Sayangnya, Ford memilih ban all-season sebagai standar.
Perbandingan dengan sejarah Ford sendiri mempertegas masalah ini. Saat Car and Driver menguji SVT F-150 Lightning pada 2001, truk berbobot 4.702 pon itu memakai V8 5.4 liter supercharged bertenaga 380 horsepower dan torsi 450 pound-feet. Meski lebih tua dan lebih ringan, Lightning lama mampu unggul sekitar setengah detik ke 60 mph dibanding Lobo baru.
Untuk menekan biaya, Lobo dibangun di atas trim STX kelas menengah. Konsekuensinya terasa di dalam kabin: panel pintu dan dasbor memakai material murah yang menurut penguji tampak seperti hasil cetak 3D, sementara setir molding terasa murahan. Di harga USD 59.860, interior seperti ini sulit diterima.
Kabar baiknya, tata letak kabin tetap intuitif. Layar sentuh 12 inci semudah dipakai di varian F-150 lain, dan kontrol iklim fisik berupa knob masih dipertahankan — meski penguji menyayangkan tidak adanya pembacaan suhu digital. Jok berbahan kain terasa nyaman bahkan untuk perjalanan panjang.
Karena Lobo hanya tersedia dalam konfigurasi crew cab, ruang kaki baris kedua sangat lega. Ini nilai plus untuk pemakaian keluarga atau angkut penumpang.
Satu keluhan lain yang muncul saat uji jalan: suspensi belakang leaf spring membuat truk ini mudah terombang-ambing di jalan rusak. Efeknya sampai ke kabin, dan kepala pengemudi ikut bergoyang mengikuti irama guncangan.
Untuk pikap yang diposisikan sebagai street truck — yang seharusnya nyaman dipakai harian di aspal — karakter suspensi ini terasa bertolak belakang dengan citra yang dijual Ford.
Ford membanderol F-150 STX Lobo mulai USD 59.860, dan unit uji Car and Driver mencapai USD 62.490 setelah opsi Mobile Office package (USD 760) serta Ford Connectivity package. Di kisaran harga itu, pembeli berhak mengharapkan performa atau kualitas interior yang setidaknya setara dengan kesan visual truknya.
Sebagai pembanding, Ford sebenarnya tahu cara membangun street truck yang benar. Car and Driver pernah mencoba F-150 single cab penggerak roda belakang 2022 dengan kit FP700 dari Ford Performance senilai USD 12.350, berisi supercharger Whipple 3.0 liter. Hasilnya 700 horsepower dan torsi 590 pound-feet, cukup untuk 0-60 mph dalam 4,2 detik — jauh lebih sesuai dengan janji visual street truck.
Ford F-150 STX Lobo 2026 cocok bagi pembeli yang menginginkan pikap full-size dengan tampilan street truck mencolok dan suara V8 yang menggoda, tanpa terlalu peduli pada catatan akselerasi atau kualitas material kabin. Truk ini juga masuk akal untuk pemakai yang butuh kabin crew cab lega dan layar besar untuk kerja harian.
Sebaliknya, Lobo kurang cocok untuk enthusiast yang mengharapkan performa setara Lightning generasi awal atau Maverick Lobo. Di harga USD 59.860, paket ini lebih terasa seperti paket penampilan kelas menengah ketimbang street truck sungguhan. Ford sebaiknya melibatkan tim Ford Performance — yang menangani Lightning lama — jika ingin Lobo benar-benar layak menyandang nama street truck.