BYD Pastikan Baterai Blade Gen 2 Diproduksi di Pabrik Subang

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:25:01 WIB
Presiden Direktur BYD Motor Indonesia Eagle Zhao memastikan baterai Blade generasi kedua akan diproduksi di pabrik Subang, Jawa Barat.

DI YOGYAKARTA — BYD Motor Indonesia memastikan baterai Blade generasi kedua akan diproduksi di pabrik Subang, Jawa Barat. Baterai yang bisa dicas 10–70 persen hanya dalam 5 menit lewat Flash Charging itu bakal menyematkan M6 EV dan Atto 2 sebagai model berikutnya, setelah lebih dulu dipakai Danza New D9 dan Z9GT.

Konfirmasi itu disampaikan Presiden Direktur BYD Motor Indonesia Eagle Zhao saat menjawab pertanyaan soal rencana produksi lokal Blade dan fasilitas pengisian daya cepat mereka. Ia menyebut langkah ini menopang efisiensi operasional sekaligus mempercepat penetrasi mobil listrik BYD di pasar domestik.

"Untuk blade battery second generation, akan diproduksi di Subang," ujar Eagle di Jakarta, Rabu (14/10).

M6 EV dan Atto 2 Jadi Model Berikutnya

Baterai Blade generasi kedua bakal disematkan ke jajaran model BYD di Indonesia, dimulai dari M6. Eagle juga menyebut Atto 2 sebagai kandidat penerima teknologi yang sama.

Saat ini, kombinasi Blade generasi kedua dan Flash Charging baru dipakai dua model, yakni Danza New D9 dan Z9GT. Klaim pengisian dayanya tergolong agresif: dari 10 persen ke 70 persen cukup 5 menit.

Subang Sudah Produksi Empat Model

Pabrik BYD di Subang kini merakit Atto 1, M6 PHEV, M6 EV, serta New D9. Penambahan lini baterai generasi kedua menandai perluasan cakupan produksi lokal, dari sekadar perakitan kendaraan menjadi komponen inti kendaraan listrik.

Eagle menuturkan, strategi perakitan lokal merupakan bagian dari rencana jangka panjang perusahaan untuk menghadirkan produk yang kompetitif di dalam negeri.

Atto 2 hingga Model Lain Diusahakan Ikut Dilokalisasi

Bukan cuma baterai, BYD mempertimbangkan lokalisasi sebagian besar lini produk kendaraannya yang dijual di Indonesia.

"Dalam line-up produk BYD, saya rasa kebanyakan produk tersebut, kita akan pilih (produksi) secara lokal, termasuk BYD Atto 2," tutur Eagle.

Langkah tersebut menempatkan Atto 2 sebagai salah satu model yang berpotensi dirakit di fasilitas Subang, meski belum ada keterangan soal waktu dan kapasitas produksinya.

Kolaborasi Ekosistem EV Tetap Terbuka

Di luar pengembangan produk dan fasilitas perakitan, BYD membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas ekosistem kendaraan listrik nasional.

"Untuk korporasi bisnis, BYD sangat terbuka untuk bekerjasama," ungkap Eagle.

Bagi konsumen, produksi lokal baterai generasi kedua berpeluang memengaruhi harga dan ketersediaan model EV BYD di Indonesia. Namun, besaran dampaknya baru bisa terlihat setelah lini produksi di Subang benar-benar berjalan.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top