DI YOGYAKARTA — Tuner Jepang C.L.Link menyiapkan Suzuki Jimny Nomade dengan body kit yang meniru gaya GMC Typhoon era 1990-an. Ubahan mencakup lampu kotak halogen, emblem UMC, hingga velg 16 inci, dan rencananya dipamerkan di Tokyo Auto Salon Januari 2027. Basisnya justru versi empat pintu, padahal Typhoon asli hanya dua pintu.
C.L.Link bukan nama baru di jagat modifikasi Jimny. Bengkel asal Jepang itu dikenal lewat berbagai kit yang mengubah Jimny jadi miniatur Mercedes G-Class, Land Rover Defender, sampai Renault R5 bergaya retro. Kali ini mereka mengarah ke Amerika Serikat, mengambil ikon sport truck yang lahir awal 1990-an sebagai referensi.
Pilihan GMC Typhoon terbilang berani. Model itu hanya diproduksi sebentar dan jumlahnya terbatas, tapi reputasinya sebagai salah satu SUV tercepat di zamannya masih melekat di kalangan penggemar otomotif. Typhoon dibangun dari platform GMC Syclone dengan mesin V6 turbo 4,3 liter.
Bagian depan jadi area paling banyak diutak-atik. Jimny ini memakai sepasang lampu utama kotak dengan bohlam halogen, bukan LED, demi mengejar nuansa era 1980-1990-an. Sinyal belok ditempatkan di kedua sisi lampu utama, ditambah lampu tambahan di bumper.
Bumper depan dibikin hitam penuh, dipasangkan sepasang lampu kabut kotak. C.L.Link tidak bisa menempel emblem GMC asli, jadi mereka membuat emblem sendiri bertuliskan "UMC". Tidak ada keterangan resmi soal arti singkatan itu, tapi bentuk dan jenis hurufnya dibuat semirip mungkin dengan logo GMC.
Bagian belakang ikut dirombak. Lampu belakang orisinal yang menempel rendah di bumper diganti lampu vertikal di kedua sisi pintu bagasi, pola yang sama seperti Typhoon. Tailgate dan bumper juga dibuat khusus, disertai fender melebar.
Urusan kaki-kaki ditangani velg Union Rim 16 inci berbalut ban Toyo Open Country H/T. C.L.Link menambahkan peredam Bilstein dan pegas penurun untuk merapikan stance. Tidak ada informasi soal ubahan mesin, jadi kemungkinan besar dapur pacu dibiarkan standar.
Ada satu hal yang sedikit janggal. Typhoon asli hanya tersedia sebagai model dua pintu, sementara basis yang dipakai C.L.Link adalah Jimny Nomade empat pintu. Proporsi keduanya jelas jauh berbeda, tapi hasil akhirnya tetap enak dilihat.
Dari sisi performa, jurang antara keduanya sangat lebar. Typhoon dibekali V6 turbo 4,3 liter bertenaga 280 hp dan torsi 350 pound-feet, cukup untuk menuntaskan quarter-mile dalam 14,1 detik. Jimny saat ini hanya mengandalkan mesin 1,5 liter empat silinder naturally aspirated dengan 101 hp dan torsi 96 lb-ft.
C.L.Link berencana memamerkan Jimny bergaya Typhoon ini di Tokyo Auto Salon pada Januari 2027. Ajang tuning tahunan itu memang jadi tempat favorit bengkel Jepang untuk memperkenalkan kit terbaru mereka, termasuk untuk model-model kecil seperti Jimny.
Belum ada keterangan soal harga kit maupun apakah C.L.Link akan menjualnya secara massal. Buat penggemar Jimny di Indonesia yang ingin tampil beda dari arus utama G-Class atau Defender, kit ini setidaknya jadi opsi lain yang bisa dipantau saat debutnya nanti.