DI YOGYAKARTA — Kantor pusat Saudi Aramco di Dhahran, Arab Saudi, terkena serangan rudal kelompok militan Houthi asal Yaman. Houthi menembakkan rudal ke sejumlah wilayah Arab Saudi pada Selasa kemarin. Menurut sejumlah sumber, kantor pusat Aramco sempat mengalami kebakaran, namun api saat ini sudah berhasil dipadamkan.
Paragraf pembuka: Serangan terhadap fasilitas perusahaan energi milik negara Arab Saudi itu dilaporkan Bloomberg pada Rabu (14/10/2026). Dhahran, lokasi kantor pusat Aramco, merupakan pusat industri minyak Negeri Petrodolar dan terletak dekat Teluk Persia. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Aramco maupun otoritas Arab Saudi soal dampak serangan terhadap operasi produksi.
Aramco adalah produsen energi milik negara Arab Saudi dan salah satu perusahaan dengan valuasi terbesar di dunia. Kantor pusatnya di Dhahran menjadi simbol kekuatan industri minyak Saudi selama puluhan tahun. Serangan langsung ke fasilitas strategis seperti ini jarang terjadi, sehingga insiden kali ini langsung menarik perhatian pasar energi global.
Houthi tidak hanya membidik Dhahran. Kelompok militan asal Yaman itu menembakkan rudal ke sejumlah wilayah Arab Saudi pada Selasa kemarin. Beberapa sumber menyebut kantor pusat Aramco sempat terbakar sebelum api berhasil dipadamkan. Belum ada laporan resmi soal korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur produksi.
Serangan ini menambah panjang daftar ketegangan di kawasan Teluk Persia, jalur pelayaran dan pipa minyak paling strategis di dunia. Setiap gangguan di wilayah tersebut biasanya langsung memicu reaksi pasar minyak internasional, meski dampaknya ke harga baru akan terlihat dalam beberapa hari ke depan.
Arab Saudi merupakan salah satu eksportir minyak terbesar dunia, dan Aramco memegang peran sentral dalam rantai pasok global. Gangguan sekecil apa pun pada fasilitas Aramco bisa mengerek harga minyak mentah dunia. Bagi Indonesia, kenaikan harga minyak global berpotensi menekan biaya impor energi dan memengaruhi subsidi bahan bakar.
Pemerintah Indonesia sendiri masih mengimpor sebagian besar kebutuhan minyak mentah dan bahan bakar jadi. Gejolak di Timur Tengah selalu jadi variabel yang dipantau Kementerian ESDM dan Pertamina dalam menyusun asumsi harga minyak dalam APBN.
Penutup: Serangan rudal Houthi ke kantor pusat Aramco menegaskan kembali kerentanan infrastruktur energi di kawasan Teluk. Pasar akan menunggu konfirmasi resmi soal kerusakan dan apakah operasi produksi Aramco terganggu.