YOGYAKARTA — Pemerintah Kota Yogyakarta menetapkan tujuh agenda untuk memperingati HUT ke-270 Kota Jogja. Rangkaian acara membentang dari 1 hingga 31 Oktober 2026, melibatkan hotel, pusat perbelanjaan, pelaku UMKM kuliner, hingga komunitas otomotif. Tema yang diusung tahun ini adalah "Otentik Konkret".
Penetapan tanggal 7 Oktober merujuk pada peristiwa boyongan Sultan Hamengku Buwono I beserta keluarga dari Pesanggrahan Ambarketawang ke Keraton Yogyakarta pada 7 Oktober 1756. Keraton tersebut dibangun di Hutan Pabringan, kawasan di antara Sungai Winongo dan Code.
Peristiwa itu bermula dari Perjanjian Giyanti yang membelah Mataram menjadi Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Ngayogyakarta. Pangeran Mangkubumi kemudian menjadi sultan pertama dengan gelar Sultan Hamengku Buwono Senopati Ing Alega Abdul Rachman Sayidin Panatagama Khalifatullah, disingkat Sultan Hamengku Buwono I.
Momentum itulah yang setiap tahun diperingati sebagai hari jadi Kota Jogja.
Kata "otentik" merujuk pada jati diri Jogja yang terbentuk dari perjalanan sejarah, tradisi, tata nilai, kreativitas, keramahan, dan semangat kebersamaan warga. Keotentikan itu disebut sebagai karakter masyarakat sekaligus akar pengembangan kota ke depan.
Adapun "konkret" dimaknai sebagai semangat memelihara warisan peradaban yang dimiliki Kota Jogja. Semangat tersebut diwujudkan dalam bentuk nyata, mulai dari menjaga lingkungan, melestarikan budaya, hingga memperkuat ekonomi rakyat.
Logo HUT ke-270 Kota Jogja memuat lima elemen utama yang dijelaskan dalam dokumen Logo Identity HUT 270 Tahun Kota Yogyakarta. Berikut rinciannya:
Logo ulang tahun Kota Jogja dapat diunduh melalui tautan yang disediakan laman resmi HUT Kota Jogja bagi warga yang membutuhkan.
Berikut daftar lengkap rangkaian acara beserta tanggal dan lokasinya:
Dari tujuh agenda itu, YK Festisale menjadi acara dengan durasi terpanjang karena berlangsung sebulan penuh. Sementara Sarkemfest dan WJNC sama-sama dimulai pada 7 Oktober, bertepatan dengan hari jadi Kota Jogja.