DI YOGYAKARTA — Kontingen Indonesia menutup Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya dengan 39 medali, terdiri atas lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Capaian itu melampaui target awal empat emas yang ditetapkan sebelum keberangkatan ke Jepang. Lima emas tersebut menjadi fondasi pembinaan menuju SEA Games 2027 dan Olimpiade 2028.
Paragraf pembuka: Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet yang berjuang membawa nama Indonesia di Asian Games 2026. Menurutnya, lima emas yang diraih bukan hasil kerja satu pihak, melainkan buah dari ekosistem olahraga yang bekerja bersama. Erick menegaskan target prestasi harus lahir dari pemetaan potensi atlet dan peluang secara cermat, bukan sekadar angka yang dipasang sebelum bertanding.
Seluruh medali emas Indonesia disumbangkan oleh cabang yang masuk daftar 21 cabor unggulan. Bulu tangkis menyumbang dua emas melalui nomor tim beregu putra serta ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Tiga emas lainnya datang dari Rahmat Erwin Abdullah di angkat besi, Desak Made Rita Kusuma Dewi di panjat tebing, dan Nurisa Dian Ashrifah di panahan.
Emas Nurisa Dian tercatat sebagai yang pertama bagi Indonesia dari cabor panahan sepanjang keikutsertaan di Asian Games. Total 39 medali yang dibawa pulang terdiri atas lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu.
Sebelum kontingen berangkat ke Jepang, Kemenpora menetapkan target empat emas. Realisasi lima emas membuat Indonesia pulang dengan satu medali emas lebih banyak dari perhitungan awal. "Kita datang dengan target empat emas, dan Alhamdulillah kita pulang dengan lima emas. Ini menunjukkan bahwa target yang kita tetapkan harus lahir dari pemetaan yang benar," ujar Erick seperti dikutip dari laman resmi Kemenpora.
Erick menyebut pemetaan itu mencakup sejumlah hal: cabang mana yang punya peluang, siapa atletnya, bagaimana performanya, bagaimana persiapannya, dan seberapa realistis target yang dipasang. "Saya ingin memberikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh atlet yang sudah berjuang membawa nama Indonesia dan berhasil membawa pulang medali," katanya.
Keberhasilan di Aichi-Nagoya diproyeksikan menjadi fondasi pembinaan atlet ke level berikutnya, terutama SEA Games 2027 dan Olimpiade 2028. Empat cabor peraih emas — panahan, bulu tangkis, panjat tebing, dan angkat besi — masuk dalam daftar yang akan dibina secara berkelanjutan.
Erick menekankan keempat cabor itu juga dipertandingkan di Olimpiade, sehingga Indonesia punya modal yang bisa dikembangkan. "Panahan, bulu tangkis, panjat tebing, dan angkat besi harus kita bina secara konsisten, bukan hanya untuk SEA Games dan Asian Games, tetapi kita siapkan untuk bisa bersaing dan meraih medali di Olimpiade 2028," pungkasnya.
Penutup: Bagi Indonesia, lima emas di Jepang menjadi modal sekaligus ujian berikutnya: memastikan pembinaan di empat cabor tersebut berjalan konsisten hingga Olimpiade 2028, bukan berhenti sebagai capaian sesaat.