Sleman Borong Dua Juara Pertama Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026 di Kulonprogo

Penulis: Dedi Supriadi  •  Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:02:31 WIB
KWT Teratai Mekar dari Sleman meraih juara pertama Lomba Inovasi Pemanfaatan Lahan Terbatas Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026.

SLEMAN — Ajang yang berlangsung Jumat (2/10) hingga Sabtu (3/10/2026) itu mengusung tema "Lumbung Mataraman Mendukung Swasembada Pangan melalui Pangan Lokal Sehat dan Berkualitas." Dua gelar juara pertama dibawa pulang KWT Teratai Mekar, Dabag, Condongcatur, Depok, dan Kelompok Tani Manunggal Makmur, Sumberadi, Mlati.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman, Liem Astuti, menyampaikan capaian tersebut menjadi prestasi bagi kelompok tani dan KWT Sleman.

KWT Teratai Mekar Unggul dalam Pemanfaatan Lahan Terbatas

Dalam Lomba Inovasi Pemanfaatan Lahan Terbatas, KWT Teratai Mekar memperoleh nilai 883,62. Nilai itu menempatkan mereka di posisi pertama, mengungguli KWT Laras Asri, Warungboto, Umbulharjo, Kota Jogja, yang meraih 852,07 sebagai juara kedua.

Posisi ketiga ditempati KWT Mayangsari, Jambe, Semin, Gunungkidul, dengan nilai 848,75. Prestasi tersebut menjadi salah satu capaian kelompok pertanian Sleman dalam ajang yang mempertemukan kelompok pertanian dari berbagai kabupaten/kota di DIY.

Kelompok Tani Manunggal Makmur Puncaki Kelompencapir

Juara pertama lainnya diraih Sleman dalam lomba Kelompencapir yang digelar pada hari kedua. Tim Sleman yang terdiri atas Junardi Sijabat, Akmal Dhiyaa Ulhaq, dan Bella Mega Pahlevi dari Kelompok Tani Manunggal Makmur berhasil meraih nilai 500.

Kota Jogja berada di posisi kedua dengan nilai 400. Selanjutnya, Gunungkidul meraih nilai 350 dan Bantul memperoleh nilai 300.

Sleman Kirim Dua Lumbung Mataraman dan Tiga KWT

Selain meraih dua juara pertama, Sleman juga mengirimkan sejumlah perwakilan dalam Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026. Sleman diwakili Lumbung Mataraman dari Glagaharjo, Cangkringan dan Widodomartani, Ngemplak.

Tiga KWT Sleman juga mengikuti Lomba Inovasi Pemanfaatan Lahan Terbatas, yakni KWT Teratai Mekar, KWT Srikandi, Mrican, Caturtunggal, serta KWT Jaya Mandiri Abadi, Josari, Tridadi.

Kopi Nirmalagiri Diperkenalkan sebagai Potensi Lokal

Dalam kegiatan tersebut, Sleman turut memperkenalkan Kopi Nirmalagiri yang baru diluncurkan. Produk itu diperkenalkan sebagai salah satu potensi pangan dan komoditas lokal Sleman.

Capaian dua juara pertama sekaligus keikutsertaan sejumlah kelompok tersebut menunjukkan keterlibatan Sleman dalam pengembangan inovasi pertanian, pemanfaatan lahan terbatas, serta penguatan potensi pangan lokal dalam Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: jogjapolitan.harianjogja.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top