Gekrafs Lantik Pengurus DPW dan Kampus DIY, Bidik Kolaborasi Ekraf hingga Jogja Cultural Festival

Penulis: Edi Wahyono  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:40:31 WIB
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menghadiri pelantikan pengurus DPW dan Kampus Gekrafs DIY di Graha Pandawa, Balai Kota Yogyakarta.

Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) melantik pengurus DPW dan Kampus DIY di Graha Pandawa, Balai Kota Yogyakarta, guna memperkuat kolaborasi pelaku ekraf, pemerintah, dan generasi muda. Pelantikan itu dihadiri Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan yang meminta Gekrafs tidak sekadar menjalankan kegiatan seremonial. Kepengurusan baru langsung menyiapkan sejumlah program kolaborasi, termasuk menjadi mitra strategis Jogja Cultural Festival hingga November.

YOGYAKARTA — Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menegaskan organisasi ekonomi kreatif harus memberi manfaat nyata bagi anggotanya, bukan hanya menjalankan rutinitas struktur. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri pelantikan pengurus DPW dan Kampus Gekrafs DIY di Graha Pandawa, Balai Kota Yogyakarta.

Wawan meminta Gekrafs hadir sebagai rumah besar bagi seluruh pelaku ekonomi kreatif di kota tersebut. Menurut dia, kolaborasi dengan pemerintah daerah dan organisasi terkait perlu dibangun agar program yang lahir berkelanjutan dan menjawab kebutuhan pelaku usaha.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci

Selain memperkuat jaringan antarpelaku ekraf, Wawan mendorong konsolidasi dengan pemerintah daerah di wilayah DIY. Potensi ekonomi kreatif Yogyakarta yang sudah berkembang, seperti festival seni dan film, dinilai bisa menjadi fondasi memperluas akses pasar serta peluang usaha dan investasi.

"Saya tidak ingin Gekrafs hanya hadir sebagai sebuah organisasi yang memiliki struktur kepengurusan dan menjalankan hanya kegiatan seremonial. Tetapi saya juga ingin Gekrafs benar-benar hadir dan memberikan manfaat bagi para pelaku ekonomi kreatif," kata Wawan.

Sarah Azzahra: Yogyakarta Punya Modal Budaya dan Talenta

Ketua DPW Gekrafs DIY Sarah Azzahra menilai Yogyakarta memiliki potensi budaya, aktivitas, dan talenta yang bisa menjadi kekuatan pengembangan ekonomi kreatif. Pihaknya mengajak masyarakat menikmati pariwisata sekaligus membuka ruang ekspresi seni dan event kreatif di kota itu.

Sarah berharap kepengurusan baru mampu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah. Karya ekonomi kreatif dari DIY diharapkan bisa menjangkau pasar nasional hingga global.

"Gekrafs DIY mengajak masyarakat untuk menikmati pariwisata, mendorong pelaku kreatif untuk unggul berbisnis, dan membuka ruang ekspresi seni serta event kreatif di Yogyakarta," ujar Sarah.

Jogja Cultural Festival dan Meet the Investor di Oktober

Ketua Umum Gekrafs Kawendra Lukistian menyebut pihaknya akan menjalankan sejumlah program kolaborasi di Yogyakarta dalam waktu dekat. Salah satunya menjadi mitra strategis Jogja Cultural Festival yang rangkaiannya berlangsung hingga November.

Pada Oktober, Gekrafs juga akan berkolaborasi dalam kegiatan Meet the Investor pada 21–22 Oktober sebagai bagian rangkaian GIVE UGM. Kegiatan itu mencakup Collaboration Class dan talkshow yang membahas ekonomi kreatif.

"Untuk terdekat di bulan Oktober kita bisa berbicara bahwa kita sudah memiliki program-program kolaborasi, baik dengan beberapa organisasi atau asosiasi lain," kata Kawendra.

Permodalan dan Branding Masih Jadi Kendala UMKM

Kawendra menyoroti tantangan utama pelaku ekonomi kreatif di DIY, yakni mengubah banyaknya ide menjadi produk yang bisa direalisasikan. Kendala permodalan, branding, dan eksekusi masih membelit sebagian UMKM di wilayah tersebut.

"Memang masih banyak dari teman-teman UMKM di sini yang lebih fokus mungkin dengan idenya mereka sudah sangat banyak, kemudian idenya juga mereka beragam, tapi dalam eksekusinya masalah permodalan, kemudian juga masalah mungkin bahkan di branding dan lainnya mereka belum belum fokus ke arah sana," ujarnya.

Gekrafs berperan sebagai wadah yang mempertemukan pelaku ekonomi kreatif agar bisa berkolaborasi dengan pemerintah. Fasilitasi sertifikasi dan kebutuhan lain menjadi bagian dari program yang disiapkan.

Gekrafs Kampus Bidik Pendataan Mahasiswa Berusaha

Ketua Gekrafs Kampus Nasional Hijaz Mahesa menyatakan pembentukan Gekrafs Kampus di berbagai wilayah menjadi fokus pada 2026. Tujuannya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap potensi ekonomi kreatif.

Gekrafs Kampus juga akan melakukan pendataan mahasiswa yang memiliki usaha untuk dikembangkan melalui kolaborasi wilayah. Di lingkungan perguruan tinggi, organisasi ini berdiri sendiri tetapi tetap melibatkan pihak kampus dalam kegiatan seperti diskusi dengan dekanat dan rektorat.

"Memang kalau saya, sejauh saya selama saya di Gekrafs Kampus ini sekitar tiga tahun hampir empat tahun, saya merasa memang banyak anak muda yang peduli akan ekonomi kreatif, namun masih bingung wadahnya tuh apa. Nah, Gekrafs Kampus hadir untuk menjadi wadah tersebut," kata Hijaz.

"Kami sekarang dari Gekrafs Kampus Nasional lebih menargetkan bahwa kita ingin membuat Gekrafs Kampus yang di banyak dulu, di titik-titik yang banyak agar kita sebagai anak muda, bagian anak mudanya Gekrafs, itu menyadarkan bahwa ekonomi kreatif ini harus dimulai dari anak-anak," ujarnya menambahkan.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top