DI YOGYAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melanjutkan pelemahan pada perdagangan Senin (28/9) setelah terkoreksi 0,9 persen ke level 6.241 pada penutupan pekan lalu. Dua sekuritas kompak melihat tekanan jual masih membayangi indeks, dengan target terdekat di area 6.157-6.159.
Koreksi IHSG sepanjang pekan lalu mencapai 3,09 persen secara mingguan, meski indeks masih tertahan di atas moving average 20 hari. Pada penutupan Jumat (25/9), nilai transaksi tercatat Rp 9,43 triliun dengan volume sekitar 33,23 miliar saham dan frekuensi 1,63 juta kali. Sebanyak 558 saham terkoreksi, 118 menguat, dan 117 stagnan.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai posisi IHSG saat ini berada pada bagian wave a dari wave (x), sehingga masih berpotensi menguji area 6.157-6.209. Menurutnya, indeks bergerak di rentang support 6.174 dan 6.108, dengan resistance di 6.380 dan 6.535.
"Posisi IHSG diperkirakan berada pada bagian wave a dari wave (x), sehingga masih berpotensi menguji area 6.157-6.209," ujar Herditya dalam riset hariannya.
Senada, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova melihat indeks mengindikasikan potensi melanjutkan pelemahan setelah ditutup di bawah level 6.290 dan membentuk candle bearish marubozu pada time frame mingguan. Target terdekat IHSG berada di 6.159, dan jika tekanan jual meningkat, indeks berpotensi menguji klaster support 6.015-6.029.
"Target terdekat IHSG berada di 6.159, sementara jika tekanan jual meningkat, indeks berpotensi menguji klaster support 6.015-6.029," ujar Ivan.
Kedua analis memberikan daftar saham pilihan untuk perdagangan hari ini, dengan sektor energi dan konsumer mendominasi:
Ivan memproyeksikan IHSG bergerak di level support 6.159, 6.015, dan 5.850, dengan resistance 6.423, 6.552, dan 6.712. Sementara Herditya memperkirakan rentang pergerakan indeks di support 6.174 dan 6.108, serta resistance 6.380 dan 6.535.
Bagi investor jangka pendek, area 6.157-6.159 menjadi level krusial yang menentukan arah indeks selanjutnya. Jika level tersebut tertembus, tekanan jual berpotensi mengarah ke klaster support 6.015-6.029. Sebaliknya, kemampuan indeks bertahan di atas 6.290 bisa membuka ruang rebound menuju resistance 6.380.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.