DI YOGYAKARTA — Google Messages resmi merilis menu long-press baru di halaman percakapan setelah diuji sejak Januari lalu. Menu mengambang ini menggantikan toolbar atas dan menghadirkan sembilan aksi, termasuk fitur Copy yang kini bisa menyalin sebagian teks, bukan hanya seluruh pesan. Pembaruan menyentuh versi stabil 20260910_03_RC02 dan mulai tersedia luas bagi pengguna Android.
Google Messages mengganti toolbar aksi di bagian atas layar percakapan dengan menu mengambang yang muncul saat pengguna menekan lama sebuah pesan atau gambar. Perubahan ini menandai akhir masa uji yang berjalan sejak Januari lalu dan menyasar seluruh pengguna aplikasi pesan bawaan Android.
Menu baru menampilkan sembilan pilihan sekaligus: Remix untuk foto, Reply, Forward, Copy untuk teks, Star, Delete, Select more, Info, dan Save untuk foto. Setiap aksi diberi ikon di bagian depan agar pengguna bisa memindai pilihan lebih cepat tanpa membaca satu per satu.
Desain ini berbeda dari versi sebelumnya yang hanya menampilkan tiga aksi utama di toolbar atas, sementara sisanya disembunyikan di menu overflow. Kini seluruh opsi utama tersaji dalam satu lapisan tanpa perlu membuka menu tambahan.
Fitur Copy mengalami peningkatan signifikan. Pengguna tidak lagi terbatas menyalin seluruh isi pesan, tetapi bisa menekan dan menyeret pada gelembung pesan untuk memilih bagian teks tertentu saja. Perubahan ini menjawab kebutuhan praktis saat pengguna ingin mengambil kode verifikasi, alamat, atau nomor telepon dari pesan panjang tanpa membawa serta kalimat lain.
Saat menu aktif, Google Messages mengaburkan lapisan latar belakang secara mencolok agar fokus pengguna tetap pada pesan yang dipilih. Barisan emoji dan pintasan "Create" Photomoji di bawah kolom ketik tidak mengalami perubahan.
Jika pengguna memilih pesan terbaru dalam sebuah thread, Google memposisikannya sedikit ke tengah dengan animasi memantul disertai umpan balik haptik. Sentuhan getaran ini memberi konfirmasi fisik bahwa pesan sudah terpilih sebelum pengguna menjalankan aksi berikutnya.
Detail kecil ini menunjukkan pendekatan Google yang lebih memperhatikan interaksi mikro di aplikasi pesan, sesuatu yang jarang menjadi prioritas di aplikasi pesan pihak ketiga.
Menu long-press baru terdeteksi menyebar luas pada versi stabil 20260910_03_RC02. Karena ada komponen dari sisi server, sebagian pengguna mungkin belum melihat perubahan meski aplikasi sudah diperbarui.
Langkah Google ini memperkuat posisi Messages di tengah persaingan dengan WhatsApp dan Telegram yang lebih dulu punya mekanisme seleksi teks parsial. WhatsApp sendiri sudah lama menyediakan opsi salin sebagian teks lewat menu konteks, sementara Telegram mengandalkan seleksi teks bebas di dalam gelembung pesan.
Bagi pengguna Android, perubahan ini mengurangi alasan untuk berpindah ke aplikasi pesan pihak ketiga hanya demi fungsi salin yang lebih presisi. Bagi pelaku bisnis digital yang memakai Google Messages untuk verifikasi OTP dan komunikasi pelanggan, kemampuan menyalin kode secara parsial memangkas langkah manual yang selama ini merepotkan.
Rollout menu long-press ini berjalan bertahap lewat komponen server, sehingga jadwal pasti ketersediaan di tiap perangkat Android di Indonesia bergantung pada antrean distribusi Google.