YOGYAKARTA — Stasiun Yogyakarta bertransformasi menjadi simpul transportasi terintegrasi. KAI Daop 6 tengah menyiapkan area hubungan intermoda di sisi selatan stasiun yang dirancang sebagai titik naik-turun penumpang sekaligus penghubung antarmoda lanjutan.
Langkah ini diambil setelah volume penumpang di wilayah Daop 6 Yogyakarta menembus 13,4 juta orang sepanjang Januari-Juni 2026. Angka itu terdiri dari 6,9 juta pengguna kereta api jarak jauh, 5,2 juta pengguna Commuter Line, dan 1,3 juta penumpang KA Bandara YIA.
Rata-rata hariannya, KAJJ melayani 38.122 penumpang, KRL 26.332 penumpang, dan KA Bandara YIA 7.420 penumpang. Data ini menjadi alasan utama percepatan pembangunan fasilitas penunjang perpindahan penumpang.
Area intermoda nantinya menjadi jembatan antara layanan kereta api dan moda transportasi darat di sekitar stasiun. Beberapa moda yang bakal terintegrasi meliputi:
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan konsep ini diarahkan untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang mulus bagi penumpang.
“Kami ingin penumpang tidak hanya mendapatkan layanan perjalanan kereta api yang baik, tetapi juga kemudahan ketika tiba di stasiun maupun saat akan memulai perjalanan (seamless),” ujar Feni di Yogyakarta, Senin.
Dengan adanya hub ini, penumpang tidak perlu kesulitan mencari kendaraan lanjutan setelah tiba di stasiun. Posisi Stasiun Yogyakarta yang berada di pusat Kota Jogja membuat integrasi ini krusial, baik bagi mobilitas warga lokal maupun wisatawan yang hendak menuju berbagai destinasi.
Kemudahan akses ini tidak hanya berdampak pada sektor transportasi. Feni menilai pergerakan orang yang meningkat akan membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha di sekitar kawasan stasiun.
“Integrasi antarmoda tidak hanya memberikan kemudahan bagi penumpang, tetapi juga berpengaruh besar terhadap perekonomian masyarakat. Semakin mudah mobilitas, semakin besar pula peluang bagi aktivitas ekonomi di sekitar kawasan stasiun untuk tumbuh,” katanya.
Sektor kuliner, perdagangan, UMKM, hingga jasa pariwisata diprediksi menjadi yang pertama merasakan dampak positif dari proyek ini. Kawasan sekitar stasiun yang semakin mudah dijangkau akan meningkatkan pergerakan calon konsumen.
Sampai berita ini ditulis, KAI Daop 6 belum merinci jadwal pasti penyelesaian pembangunan area intermoda tersebut. Namun, rancangan yang dimulai pada semester II 2026 ini menandakan komitmen serius KAI dalam menjawab kebutuhan integrasi transportasi di Yogyakarta.
Stasiun Yogyakarta sendiri melayani berbagai layanan kereta, mulai dari kereta api jarak jauh, KRL Commuter Line Yogyakarta-Palur, Commuter Line Prameks, hingga KA Bandara YIA. Dengan adanya hub antarmoda, perjalanan penumpang dari dan menuju stasiun diharapkan lebih sederhana dan efisien.