Season 2 Marathon yang dirilis awal bulan ini memang langsung disambut antusiasme tinggi. Peta baru Night-time Dire Marsh dan mode Sponsored Survival sukses menarik pemain. Namun euforia itu mulai terusik ketika pemain menyadari sesuatu yang ganjil: loot langka bertebaran terlalu mudah.
Bungie mengonfirmasi dalam unggahan Steam pekan ini bahwa progres akses ke kekuatan dalam gim berjalan "jauh lebih cepat" dari yang direncanakan. "Untuk referensi, rata-rata kekayaan di minggu kedua Season 2 serupa dengan yang kami lihat di minggu ke-11 dan ke-12 Season 1," tulis sang pengembang.
Angka itu menjadi alarm. Jika di Season 1 pemain merasa beruntung bisa kabur dengan satu barang berharga, di Season 2 brankas mereka penuh sesak dalam waktu singkat. Ekonomi gim yang seharusnya bertahap kini kacau balau.
Bungie mengidentifikasi beberapa faktor penyebab. Pertama, ada bug yang membuat loot emas (gold drops) muncul di tempat yang seharusnya tidak—bug ini sudah diperbaiki. Kedua, gelombang Sponsored Kits di awal season dan eksploitasi peti berharga di area Complex Control ikut mempercepat akumulasi kekayaan pemain.
Namun faktor utama masih misterius. "Ada masalah yang membuat loot dengan rarity lebih tinggi menyebar luas di dalam gim," tulis Bungie. "Ini bukan sesuatu yang kami lihat dalam pengujian internal, dan kami masih mengurai sumbernya."
Selagi menyelidiki, Bungie menerapkan beberapa penyesuaian darurat. Wadah yang memberikan loot berlebih dinonaktifkan, dan tingkat XP di area Cradle dikurangi. Kedua perubahan ini bersifat sementara dan rencananya akan dikembalikan ketika solusi permanen ditemukan.
Situasi ini ironis mengingat reputasi Marathon sebagai gim yang keras dan menantang. Namun di sisi lain, tak sedikit pemain yang justru menikmati musim yang lebih longgar ini. Bagi mereka, seminggu atau dua minggu bermain di Tau Ceti IV tanpa tekanan mati-matian bukanlah hal yang buruk.
Yang jelas, Bungie harus bergerak cepat. Semakin lama misteri ini terurai, semakin besar risiko ekonomi gim hancur total—dan kepercayaan pemain ikut tergerus.