45 Pengemudi Becak Listrik di Malioboro Ikuti Bimtek Kelistrikan dan Bahasa Inggris, Dishub DIY Bekali Cara Isi Daya Baterai

Penulis: Edi Wahyono  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 13:16:01 WIB
pengemudi becak listrik di Malioboro mengikuti bimtek kelistrikan dan bahasa Inggris oleh Dishub DIY.

YOGYAKARTA — Sebanyak 45 pengemudi becak listrik di Malioboro mengikuti bimbingan teknis (bimtek) yang digelar Dishub DIY, Rabu. Pelatihan ini merupakan angkatan kedua setelah sebelumnya puluhan pengemudi dari kelompok yang sama telah mendapatkan materi serupa.

Bekali Pengemudi soal Sistem Kelistrikan dan Perawatan Baterai

Kepala Bidang Angkutan Dishub DIY Sapto Nugroho mengatakan bimtek ini merupakan tindak lanjut dari penyaluran becak listrik kepada para pengemudi. Materi utama yang disampaikan adalah soal teknis elektrikal, mengingat kendaraan ini berbeda dengan becak konvensional.

"Ini sebagai tindak lanjut kami yang sebelumnya sudah banyak becak listrik beroperasi, sehingga teman-teman pengemudi perlu informasi, salah satunya secara teknis electrical," kata Sapto di sela bimtek di Yogyakarta.

Ia menjelaskan, pemahaman soal kelistrikan menjadi krusial agar tidak terjadi kesalahan saat mengoperasikan kendaraan. Salah satu yang paling banyak ditanyakan peserta adalah proses pengisian daya baterai.

Proses Charge Baterai Butuh Waktu 3-4 Jam, Belum Ada Bengkel Resmi

Dari sesi tanya jawab, rata-rata pengemudi belum mengetahui bahwa becak listrik tidak memiliki fitur fast charging seperti sepeda motor atau mobil listrik. "Ini charging biasa, jadi perlu waktu tiga sampai empat jam," ujar Sapto.

Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada bengkel resmi khusus becak listrik di DIY. Dishub DIY telah meminta masing-masing vendor penyedia becak untuk menyediakan layanan purna jual. "Mereka ke tempat salah satu yang secara harian cukup tahu kendaraan elektrik," katanya.

Pelatihan Bahasa Inggris untuk Layani Wisatawan Mancanegara

Selain teknis kelistrikan, para pengemudi yang mangkal di kawasan Malioboro juga mendapat pelatihan bahasa Inggris. Materi ini diberikan agar mereka mampu berkomunikasi dengan wisatawan asing yang kerap menggunakan jasa becak listrik.

"Harapannya juga bisa menjelaskan bahwa adanya sejarah sumbu filosofi dan sejarah kota Yogyakarta ini untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam melayani masyarakat khususnya wisatawan," kata Sapto.

Bimtek ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan becak listrik di Yogyakarta, sekaligus memastikan pengemudi paham betul cara merawat kendaraan listrik yang mereka operasikan sehari-hari.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top