DI YOGYAKARTA — Pertandingan Grup J di Stadion Arrowhead, Kansas City, Rabu (17/6) pagi WIB, menjadi panggung bagi megabintang berusia 38 tahun itu untuk menorehkan sejarah baru. Hat-trick Messi pada menit ke-17, 60, dan 76 langsung mengantarkannya ke puncak daftar top skor sepanjang masa Piala Dunia.
Air mata Messi pertama kali terlihat setelah ia menjebol gawang Aljazair di babak pertama. Usai selebrasi bersama rekan setim, ia terlihat menyeka pipinya.
"Sejujurnya, ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan olahraga. Saya baru saja melewati beberapa hari yang sulit dan rumit," ujar Messi kepada NDTV usai laga.
Pemain Inter Miami itu berterima kasih kepada seluruh delegasi dan rekan setim yang memberinya kekuatan. "Mereka selalu ada untuk saya, seperti biasa. Mereka memberi saya banyak kekuatan untuk melewati masa-masa ini, cuma itu saja," ungkapnya.
Di balik kesedihan pribadinya, Messi tetap tampil garang di lapangan. Hat-trick-nya membuat koleksi gol Piala Dunianya menjadi 16, menyamai rekor legenda Jerman Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa turnamen.
Ini adalah penampilan keenam Messi di Piala Dunia. Peluangnya untuk memecahkan rekor Klose masih terbuka lebar karena baru satu pertandingan di Piala Dunia 2026 yang dimainkan.
Kemenangan telak ini membawa Tim Tango memuncaki klasemen sementara Grup J. Langkah Argentina berikutnya adalah melawan Austria di AT&T Stadium, Arlington, pada 23 Juni mendatang.
Dengan performa impresif Messi dan dukungan penuh dari skuad, Argentina jelas menjadi salah satu favorit juara di turnamen kali ini.