DI YOGYAKARTA — Menurut Cucun, pesantren tidak boleh gagap terhadap lahirnya berbagai konsep teknologi baru, termasuk AI. Ia menekankan bahwa adaptasi ini menjadi kebutuhan mendesak agar santri mampu menjawab tantangan zaman dan tidak tergerus oleh dinamika global.
Cucun secara spesifik meminta para pengasuh pesantren untuk merancang kurikulum yang ramah terhadap perkembangan teknologi informasi. Namun, ia memberikan catatan penting: transformasi digital tersebut tidak boleh mengurangi nilai-nilai tradisional yang selama ini menjadi ciri khas pendidikan pesantren.
"Bahwa pesantren sekarang harus sudah adaptif dengan perkembangan teknologi informasi. Saya ingin pesantren-pesantren itu sudah ramah dengan perkembangan teknologi informasi karena tantangan zaman ke depan. Sekarang sudah lahirnya AI, lahirnya sekarang berbagai konsep-konsep tentang teknologi yang harus diadaptif, diimbangi oleh para santri yang ada di pesantren," ujarnya dalam keterangan resmi.
Ia berharap perpaduan antara penguasaan teknologi dan nilai pesantren justru bisa memperkuat posisi santri. Santri tidak hanya menjadi pribadi yang saleh secara spiritual, tetapi juga unggul secara intelektual dan siap menjadi sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif di tingkat global.
Dalam kunjungan kerja yang sama ke Ciparay, Cucun tidak hanya menyoroti soal pendidikan. Ia juga meninjau langsung pelaksanaan pasar murah yang digelar untuk warga Desa Cihelang. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama DPR RI dengan Badan Pangan Nasional (Bappanas) dan Perum Bulog.
Pasar murah tersebut digelar sebagai respons atas lonjakan harga kebutuhan pokok yang membebani masyarakat. Cucun mendorong para anggota dewan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Jawa Barat, untuk menginisiasi program serupa secara masif.
"Kemudian juga kita akan kerja sama dengan Bulog dan Dinas Ketahanan Pangan di Kabupaten Kota yang ada di Jawa Barat. Dan saya harap semua juga himbau teman-teman saya, terutama yang di BKB. Baik yang DPR RI, DPRI Provinsi, DPRI Kabupaten Kota. Semua gelar pasar murah ini di tiap kecamatan, desa-desa yang ada di Kabupaten Bandung," katanya.
Kunjungan Wakil Ketua DPR ke Ciparay menjadi simbol bahwa persoalan pesantren dan kesejahteraan warga tidak bisa dipisahkan. Di satu sisi, ia mendorong modernisasi pendidikan berbasis digital untuk mencetak SDM unggul. Di sisi lain, ia turun langsung memastikan akses pangan warga tetap terjangkau di tengah tekanan inflasi.
Cucun menegaskan bahwa kehadiran pasar murah diharapkan bisa meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Langkah ini dinilai krusial, terutama menjelang periode di mana harga bahan pokok kerap mengalami fluktuasi.