DI YOGYAKARTA — BMW tidak main-main di segmen SUV listrik premium. Setelah iX3 50 xDrive mencetak rekor jarak tempuh 485 mil dalam uji NAF Summer EV Range, pabrikan asal Munich kini bersiap meluncurkan kakak kelasnya, iX5 60 xDrive. Mobil ini tengah menjalani tahap akhir kalibrasi di pabrik Spartanburg, Carolina Selatan, yang juga menjadi pusat produksi X5 generasi kelima.
iX5 60 xDrive akan dibekali baterai 144 kWh untuk pasar AS dan 141 kWh untuk Eropa. Angka ini melampaui kapasitas baterai iX3 50 xDrive yang "hanya" 100 kWh. Meski bobot dan dimensi lebih besar, BMW optimistis iX5 bisa menembus jarak tempuh lebih dari 500 mil dalam siklus WLTP — mengingat iX3 sendiri sudah mencapai 500 mil dengan baterai lebih kecil.
Berbeda dengan iX3 yang menggunakan platform Neue Klasse murni listrik, iX5 tetap mengandalkan arsitektur CLAR yang sudah dimodifikasi. Platform ini dirancang untuk mengakomodasi lima jenis powertrain sekaligus: listrik murni (iX5), plug-in hybrid, mild hybrid, bensin konvensional, dan hidrogen. Artinya, struktur lantai iX5 harus kompromi dengan ruang untuk mesin bakar dan tangki bahan bakar, tapi BMW mengklaim kalibrasi suspensi dan distribusi baterai sudah dioptimalkan.
iX3 50 xDrive yang sudah bisa dipesan di Amerika Serikat dibanderol mulai 61.500 dolar AS (Rp 984 juta) dengan jarak tempuh EPA 434 mil. BMW bahkan membuktikan efisiensi iX3 dengan perjalanan dari pabrik Debrecen, Hungaria, ke Munich sejauh 620 mil tanpa berhenti mengisi daya pada November lalu. Dengan baterai yang lebih besar 44 kWh, iX5 diperkirakan dijual sekitar 75.000 dolar AS (Rp 1,2 miliar).
BMW akan memperkenalkan iX5 secara resmi pada akhir musim panas 2026, dengan pengiriman ke konsumen dimulai awal 2027. Semua proses produksi dan pengujian akhir dilakukan di Spartanburg. Informasi lebih detail seperti konsumsi energi per kilometer, fitur hiburan, dan sistem bantuan pengemudi akan diumumkan menjelang peluncuran.