RedDoorz Catat 445.000 Pemesanan Hotel di Yogyakarta Sepanjang 2025, Gen Z Jadi Motor Utama

Penulis: Dedi Supriadi  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 13:54:31 WIB
RedDoorz mencatat lebih dari 445.000 pemesanan hotel di Yogyakarta sepanjang 2025.

YOGYAKARTA — Sepanjang 2025, platform teknologi perhotelan RedDoorz mencatatkan lebih dari 445.000 pemesanan properti di Yogyakarta. Angka ini menjadikan Yogyakarta sebagai salah satu kota dengan kontribusi pemesanan tertinggi di tengah tren wisatawan domestik yang kian selektif dalam membelanjakan uang.

General Manager Area East & Bali RedDoorz Ovaldo Sanjaya mengatakan, daya tarik Yogyakarta sulit tergantikan karena menawarkan pengalaman wisata lengkap dengan biaya relatif terjangkau.

"Wisata Yogyakarta itu mulai dari budaya, wisata sejarah, hingga kuliner lokal, yang semuanya membuat wisatawan domestik terus kembali berkunjung ke Yogyakarta," kata Ovaldo dalam keterangan di Yogyakarta, Rabu.

Data BPS: 40,6 Juta Pergerakan Wisnus ke DIY pada 2025

Tren positif pariwisata Yogyakarta juga terkonfirmasi dari data Badan Pusat Statistik (BPS). Sepanjang 2025, tercatat 40,6 juta pergerakan wisatawan nusantara dan 102.817 kunjungan wisatawan mancanegara ke Daerah Istimewa Yogyakarta.

Memasuki kuartal pertama 2026, jumlah wisnus ke Yogyakarta mencapai 10,4 juta kunjungan. Angka ini naik tipis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatatkan 10,2 juta kunjungan.

Okupansi Hotel Saat Lebaran 2026 Tembus 55 Persen

Momen libur Lebaran 2026 turut mendorong okupansi properti RedDoorz di seluruh Yogyakarta hingga 55 persen. Ovaldo menilai, wisatawan kini tidak sekadar mencari tempat liburan, melainkan pengalaman autentik yang dekat dengan kehidupan masyarakat lokal.

"Pada 2025, Yogyakarta menjadi salah satu kota dengan lebih dari 445.000 pemesanan sepanjang tahun. Tren positif ini berlanjut pada momen libur Lebaran 2026 dengan tingkat okupansi properti kami di seluruh Yogyakarta mencapai 55 persen," katanya.

Gen Z dan Milenial: Dua Gaya Riset yang Berbeda

RedDoorz mengamati perubahan perilaku wisatawan, khususnya dari kalangan Gen Z dan milenial. Kedua kelompok ini sama-sama dipengaruhi platform digital dan media sosial, namun punya pendekatan berbeda.

"Wisatawan Gen Z cenderung lebih aktif melakukan riset sebelum memesan penginapan, mulai dari membandingkan review, aksesibilitas lokasi, harga, hingga tampilan visual properti di media sosial," jelas Ovaldo.

Sementara itu, wisatawan milenial lebih fokus pada kenyamanan, fasilitas yang ada, lokasi strategis, serta pengalaman menginap yang praktis untuk keluarga maupun wisata dalam grup.

SANS Hotel Catat Okupansi Tertinggi, Jadi Barometer Pasar

Area Operations Manager RedDoorz Agus Widodo mengungkapkan, sepanjang 2025 SANS Hotel menjadi brand dengan tingkat okupansi tertinggi, yakni 1,3 kali lebih tinggi dibanding rata-rata hotel lain di Kota Yogyakarta.

"Hal ini menunjukkan naiknya minat wisatawan terhadap akomodasi terjangkau dengan konsep lifestyle dan desain yang lebih menarik secara visual," kata Agus.

Target Tambah 96 Properti Baru Sepanjang 2026

Melihat potensi tersebut, RedDoorz terus memperluas jaringan propertinya di Yogyakarta. Sepanjang 2026, perusahaan menargetkan penambahan sekitar 96 properti baru di Yogyakarta melalui pengembangan portofolio hotel yang dikelola langsung (company-operated) dan strategi multi-brand.

"Melalui strategi multi-brand, kami ingin memastikan dapat terus menjawab perubahan kebutuhan wisatawan saat ini sekaligus membantu pemilik properti meningkatkan performa bisnis mereka secara lebih berkelanjutan," ujar Agus.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top