DI YOGYAKARTA — Tim penyidik dari Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) telah berada di lokasi sejak pukul 02.00 WIB. Pantauan di lapangan menunjukkan puluhan pegawai yang hendak masuk kerja justru diarahkan menunggu di luar area gedung. Seorang petugas keamanan membenarkan bahwa aktivitas penggeledahan masih berlangsung dan belum ada izin bagi siapa pun untuk masuk, termasuk awak media.
Hingga pukul 09.00 WIB, karyawan yang terus berdatangan masih belum diperbolehkan masuk. Pelayanan publik di kantor tersebut lumpuh total. Baik pihak BGN maupun Kejaksaan Agung belum memberikan pernyataan resmi terkait operasi ini. CNNIndonesia.com telah berupaya mengonfirmasi Direktur Penyidikan Jampidsus Syarief Sulaeman Nahdi dan Jampidsus Febrie Adriansyah, tetapi belum mendapat tanggapan.
Penggeledahan ini tidak bisa dilepaskan dari keputusan Presiden Prabowo yang mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN pada Selasa (2/6). Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa pencopotan itu dipicu oleh temuan audit internal terkait praktik jual beli Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) dalam program MBG.
"Semua sedang dalam proses audit internal. Itu adalah bagian dari monitoring dan evaluasi terus menerus yang kita lakukan," kata Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/6).
Prasetyo merinci setidaknya tiga persoalan utama yang menjadi dasar pertimbangan Presiden melakukan rotasi kepemimpinan di BGN. Pertama, masalah kedisiplinan dalam menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP). Kedua, lemahnya tata kelola administrasi. Ketiga, pengendalian kualitas makanan yang dinilai tidak sesuai standar yang telah ditetapkan.
"Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP, termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan," ucap dia.
Presiden Prabowo langsung menunjuk Naniek S Deyang, yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN, sebagai pengganti Dadan. Selain itu, dua wakil kepala BGN lainnya, Lodewyk Pusung dan Sonny Sonjaya, juga dicopot. Posisi mereka digantikan oleh Wakil Kepala BPKP Agustina Arumsari dan Wakil Direktur PT Agrinas Pangan Nusantara Mayjen TNI Trenggono.
Meski terjadi pergantian pimpinan dan penggeledahan, Prasetyo memastikan program MBG tidak akan terganggu. "Pelayanan ke seluruh penerima manfaat tidak boleh terganggu. Seluruh jajaran BGN harus tetap bekerja sesuai tugas dan fungsi mereka," tegasnya.