DI YOGYAKARTA — Tarif ojek dan taksi online yang naik saat hujan atau jam sibuk sering bikin penumpang mengeluh. Di sisi lain, sopir mengeluhkan potongan aplikasi yang bisa mencapai 25 persen. InDriver, platform yang sudah beroperasi di 45 negara dan 700 kota, hadir dengan pendekatan berbeda: tawar-menawar harga langsung antar pengguna dan pengemudi.
InDriver hanya mengambil komisi 10 hingga 15 persen dari tarif yang disepakati. Angka ini lebih rendah dibanding kompetitor yang biasanya memotong 20-25 persen. Artinya, sopir bisa membawa pulang 85-90 persen pendapatan bersih dari setiap perjalanan.
Sistem ini juga memberi keleluasaan bagi pengemudi. Mereka tidak dipaksa menerima orderan yang lokasinya terlalu jauh atau tarifnya terlalu rendah. Sebaliknya, sopir bisa mengajukan penawaran balik jika harga yang diajukan penumpang dirasa kurang sesuai.
Setelah penumpang memasukkan harga tawaran, beberapa sopir yang setuju akan merespons. Penumpang lalu bisa memilih berdasarkan empat kriteria: harga termurah, rating tertinggi, jenis kendaraan, atau waktu kedatangan tercepat. Tidak ada algoritma yang memaksa pencocokan otomatis.
Transparansi biaya juga menjadi jaminan. Harga yang disepakati di awal tidak akan berubah, meski hujan deras atau macet parah. Fitur keamanan seperti berbagi lokasi secara real-time ke keluarga atau teman tetap tersedia.
Penumpang yang gemar menawar mendapat kendali penuh atas tarif perjalanan. Mereka tidak lagi didikte oleh algoritma lonjakan harga yang kerap tak terprediksi. Proses tawar-menawar juga menciptakan interaksi yang lebih personal antara penumpang dan sopir.
Bagi pengemudi, otonomi kerja menjadi nilai plus. Mereka bisa memilih orderan yang menguntungkan tanpa tekanan target setoran. InDriver menyebut model ini sebagai "Real-Time Deals" yang relevan dengan budaya tawar-menawar masyarakat Indonesia.
Meski mengedepankan negosiasi, fitur keamanan tetap menjadi prioritas. Pengguna dapat membagikan lokasi perjalanan secara langsung ke kontak darurat. Rating dan reputasi sopir juga bisa menjadi pertimbangan sebelum memutuskan memesan.
Platform yang semula bernama "Independent Drivers" ini memulai perjalanannya dari grup media sosial di Yakutsk. Kini, setelah berebranding menjadi inDrive, layanannya telah menjangkau lebih dari 45 negara, termasuk Indonesia.
Bisa. Penumpang menawarkan harga sendiri. Jika ada sopir yang menerima, tarif bisa lebih rendah dari harga standar kompetitor. Namun, hasil akhir tergantung kesepakatan kedua belah pihak.
Komisi berkisar 10-15 persen dari tarif yang disepakati. Jauh lebih rendah dibanding aplikasi lain yang memotong 20-25 persen.
Ya. Sopir memiliki tiga pilihan: menerima tawaran, menolak, atau mengajukan penawaran balik dengan harga lebih tinggi.