INSTIPER Yogyakarta, BGA, dan BPDP Luncurkan Traktor Otonom Pemupukan Sawit, Hemat Biaya Rp 1,7 Juta Per Hari

Penulis: Dedi Supriadi  •  Jumat, 29 Mei 2026 | 19:03:15 WIB
Traktor otonom pemupukan sawit hasil kolaborasi INSTIPER, BGA, dan BPDP resmi diluncurkan di Kalimantan Tengah.

YOGYAKARTA — Inovasi teknologi perkebunan kembali lahir dari kolaborasi akademisi dan industri. Tim Riset INSTIPER Yogyakarta yang dipimpin Rengga Arnalis Renjani, bersama Bumitama Gunajaya Agro (BGA) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), merilis traktor otonom pemupukan sawit. Peluncuran berlangsung di Kebun BGA Region 3, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, pada akhir April 2026.

Traktor ini diberi nama Autonomous Intermittent Fertilizer Spreader. Teknologi ini dikembangkan melalui program Grant Riset Sawit 2024 yang dibiayai BPDP. Fokus utamanya: meningkatkan efisiensi dan presisi pemupukan kelapa sawit.

Bagaimana Cara Kerja Traktor Otonom Ini?

Berbeda dari spreader konvensional yang menebar pupuk secara terus-menerus, traktor ini hanya menyebar pupuk tepat di pohon sawit. Sistem intermittent-nya memastikan pupuk tidak terbuang di area kosong antar tanaman.

Traktor dilengkapi navigasi presisi, sensor, dan kecerdasan buatan (AI). AI mampu mendeteksi pohon sawit dengan akurasi hingga 98 persen. Traktor bergerak mengikuti jalur navigasi yang sudah diprogram sebelumnya, sehingga pupuk benar-benar tepat sasaran.

Efisiensi Biaya dan Kapasitas Kerja

Rengga Arnalis Renjani, Ketua Tim Riset, menyampaikan bahwa teknologi ini menghadirkan efisiensi tinggi dalam penggunaan pupuk. Kapasitas kerja meningkat signifikan menjadi 30 hektare per hari.

“Selain itu, traktor ini dilengkapi AI yang mampu mengenali pohon kelapa sawit. Traktor ini lebih presisi karena pupuk tidak ditebar setiap saat seperti spreader pada umumnya. Namun, pupuk ini dapat ditebar tepat ke pohon sawit,” ujar Rengga.

Dari sisi biaya, penggunaan traktor otonom ini mampu menghemat Rp 56.553 per hektare. Dalam sehari, penghematan mencapai Rp 1,7 juta.

Dukungan BPDP untuk Riset Sawit Berkelanjutan

BPDP melalui program Grant Riset Sawit 2024 mendanai penuh proyek ini. Skema pendanaan ini dirancang untuk mendorong inovasi yang mendukung praktik perkebunan berkelanjutan. Traktor otonom ini menjadi salah satu bukti bahwa riset perguruan tinggi bisa langsung diimplementasikan di lapangan.

Ke depan, tim riset berencana mengembangkan teknologi serupa untuk area perkebunan yang lebih luas. Dengan penghematan biaya dan peningkatan presisi, traktor ini diharapkan bisa diadopsi oleh lebih banyak perusahaan sawit di Indonesia.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: sawitindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top