Puluhan Penyandang Disabilitas di Bantul Ikuti Terapi Kelompok di Pantai Cemara Sewu, Dikemas dengan Permainan Interaktif

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Jumat, 15 Mei 2026 | 11:11:01 WIB
Puluhan penyandang disabilitas mengikuti terapi kelompok dengan permainan interaktif di Pantai Cemara Sewu, Bantul.

BANTUL — Suasana Pantai Cemara Sewu di Bantul berubah menjadi ruang terapi raksasa bagi para Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Mereka yang berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari dewasa muda hingga lanjut usia, diajak berinteraksi melalui serangkaian permainan kelompok yang dirancang untuk memicu komunikasi dan kerja sama.

Permainan Sebagai Jembatan Interaksi Sosial

Alih-alih menggunakan metode konvensional di dalam ruangan, para terapis memilih tepi pantai sebagai lokasi kegiatan. Media permainan digunakan sebagai alat untuk mencairkan kebekuan dan membangun kepercayaan diri antar peserta.

“Kami melihat respons yang sangat positif. Peserta yang awalnya cenderung pasif perlahan mulai membuka diri dan berani menyampaikan pendapat dalam kelompok,” ujar perwakilan dari BRTPD Dinas Sosial.

Target Peserta: Dari Remaja Hingga Lansia

Kegiatan ini tidak membatasi usia peserta. BRTPD sengaja merangkul spektrum usia yang luas—dari mereka yang berusia 18 tahun hingga para lansia—untuk menciptakan dinamika kelompok yang heterogen. Hal ini dinilai efektif untuk melatih adaptasi sosial dan empati antar generasi.

Selain meningkatkan rasa percaya diri, program ini menjadi sarana bagi PPKS untuk mengasah kemampuan komunikasi verbal dan non-verbal. Interaksi yang terjalin selama permainan diharapkan bisa menjadi bekal mereka saat kembali ke lingkungan masyarakat.

Mengapa Terapi di Ruang Terbuka?

Pemilihan Pantai Cemara Sewu sebagai lokasi bukan tanpa alasan. Suasana alam terbuka dipercaya mampu memberikan efek relaksasi yang lebih baik dibandingkan ruang tertutup. Kombinasi antara angin pantai dan aktivitas fisik ringan dari permainan membantu mengurangi stres dan kecemasan yang kerap dialami penyandang disabilitas.

BRTPD Dinas Sosial berencana untuk menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda rutin. Evaluasi dari setiap sesi akan digunakan untuk menyempurnakan metode terapi agar lebih sesuai dengan kebutuhan spesifik masing-masing peserta.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: radarjogja.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top