SLEMAN — Gelandang muda PSS Sleman, Figo Dennis Saputrananto, menorehkan catatan istimewa dalam sejarah sepak bola lokal Yogyakarta. Ia menjadi salah satu pemain yang berhasil merasakan manisnya tiket promosi bersama dua klub kebanggaan warga DIY, yakni PSIM Jogja dan PSS Sleman.
Keberhasilan ini menjadi buah bibir lantaran kedua tim memiliki basis massa besar dan sejarah panjang di kancah nasional. Figo mampu membuktikan kualitasnya sebagai pemain tengah yang mampu diandalkan saat tensi kompetisi Pegadaian Championship atau Liga 2 sedang tinggi-tingginya.
Membela dua klub yang memiliki rivalitas tinggi di DIY bukanlah perkara mudah bagi seorang pemain profesional. Namun, Figo Dennis justru berhasil mengukir tinta emas dengan membawa keduanya naik ke kasta tertinggi di periode yang berbeda. Hal ini mempertegas perannya sebagai jimat keberuntungan bagi tim yang ia bela.
Catatan promosi ini sekaligus melengkapi portofolio kariernya di dunia sepak bola profesional Indonesia. Tidak banyak pemain yang memiliki kesempatan serupa, apalagi melakukannya untuk dua tim dalam satu wilayah provinsi yang sama.
Menanggapi kesuksesannya membawa PSS Sleman dan PSIM Jogja naik kasta, Figo tetap bersikap rendah hati. Ia menganggap pencapaian tersebut tidak lepas dari faktor keberuntungan dan kerja keras seluruh elemen tim yang terlibat selama kompetisi berlangsung.
"Memang rejeki," ungkap Figo Dennis singkat saat dimintai tanggapan mengenai perjalanan kariernya yang sukses mengantar dua klub DIY promosi.
Kini, fokus Figo beralih untuk memberikan kontribusi maksimal bagi PSS Sleman di kompetisi kasta tertinggi. Pengalamannya menghadapi tekanan di Liga 2 menjadi modal berharga untuk bersaing dengan pemain-pemain top lainnya di Super League atau Liga 1 musim depan.