Pemkab Bantul Jamin Stok 23 Ribu Hewan Kurban Aman Jelang Iduladha

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 13:08:01 WIB
Tim TPID Bantul memantau ketersediaan hewan kurban di Kapanewon Imogiri, Rabu (6/5/2026).

BANTUL — Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bantul bersama pemerintah DIY melakukan pemantauan langsung terhadap ketersediaan hewan kurban di Kapanewon Imogiri, Rabu (6/5/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran pasokan sekaligus mengantisipasi lonjakan harga yang biasanya terjadi mendekati hari raya.

Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, menegaskan bahwa hasil pantauan di lapangan menunjukkan angka ketersediaan yang mencukupi bagi kebutuhan warga. "Secara keseluruhan sudah mencukupi, jadi aman untuk kondisi stok hewan kurban baik domba maupun sapi ini mencukupi," ujarnya usai melakukan pemantauan.

Harga Domba di Imogiri Tembus Rp8,5 Juta per Ekor

Kenaikan harga mulai dirasakan para peternak di tingkat lokal. Arbangi, seorang peternak domba di Karangtengah, Imogiri, mengungkapkan bahwa kenaikan harga sudah terjadi sejak sebelum masa puasa. Saat ini, harga jual domba di kandangnya bervariasi mulai dari Rp1,5 juta hingga mencapai Rp8,5 juta per ekor, tergantung pada bobot dan kualitas ternak.

"Kalau yang sebelum puasa itu memang masih rendah harganya dan ini memang biasa pasaran Iduladha memang naik. Misalnya dulu itu Rp1.300.000 per ekor sekarang sudah Rp1.500.000," kata Arbangi.

Ia juga mencatat adanya lonjakan permintaan yang cukup signifikan. Meski stok di kandangnya saat ini tersedia 150 ekor, total pesanan yang masuk sudah menyentuh angka 250 ekor. Untuk menutupi kekurangan tersebut, para peternak lokal mulai mengandalkan pasokan dari mitra di luar daerah agar permintaan konsumen tetap terpenuhi.

Skema Pasokan Luar Daerah Tutup Defisit Produksi Lokal

Berdasarkan data proyeksi tahun ini, kebutuhan hewan kurban di Bantul mencapai 7.000 ekor sapi serta sekitar 15.000 hingga 16.000 ekor kambing dan domba. Aris Suharyanta mengakui bahwa produksi peternak lokal belum sepenuhnya mampu menutup seluruh lonjakan permintaan tersebut secara mandiri.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Bantul telah menyiapkan skema masuknya ternak dari luar daerah untuk menjaga stabilitas pasar. Terkait tren harga, Aris memprediksi nilai jual saat ini akan cenderung bertahan hingga hari pelaksanaan kurban nanti.

"Untuk harga, ini biasanya kalau di pasaran mungkin menjelang Iduladha kurang 2-3 hari saya kira naik, tapi ini tadi peternak di sini menyampaikan ini sudah harga sampai dengan hari raya kurban nanti," jelasnya.

Pemeriksaan Puskeswan Pastikan Ternak Bebas Penyakit

Selain fokus pada kuantitas dan harga, aspek kesehatan hewan menjadi prioritas utama TPID. Pemerintah daerah menginstruksikan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di tiap kapanewon untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap ternak yang akan dijual ke masyarakat.

Petugas medis veteriner dikerahkan untuk memastikan sapi dan kambing dalam kondisi layak konsumsi dan bebas dari penyakit menular. Koordinasi antara peternak dan dokter hewan setempat diklaim berjalan intensif guna menjamin kualitas hewan kurban.

"Pantauan kami kondisi ternak semuanya sehat semuanya. Karena memang peternak dalam hal ini selalu koordinasi dengan dokter hewan Puskesmas," pungkas Aris.

Reporter: Cecep Sudrajat
Back to top