Yogyakarta — Kegiatan MANIS (MANSA Nampil Inspiratif) di MAN 1 Yogyakarta menjadi puncak antusiasme dalam rangkaian MANSA Social Week 2026. Penampilan para guru dan tenaga kependidikan tidak hanya menghibur, tetapi juga menunjukkan dedikasi mereka di luar tugas mengajar di kelas.
Penampilan dibagi menjadi empat kelompok yang masing-masing menghadirkan konsep unik. Kelompok pertama hadir dengan kostum seragam SMA, menampilkan penghargaan terhadap petugas kebersihan melalui tarian modern yang energik. Drama kehidupan sekolah dipadukan dengan puisi berantai, menciptakan momen yang mengharukan sekaligus menyampaikan pesan moral kepada para penonton.
Kelompok kedua membawakan hadroh dengan busana bernuansa hitam. Mereka memperdengarkan lagu-lagu bernafaskan religi seperti "Alamate Anak Sholeh", "Turi Putih", dan "Ya Robbi Bil Musthofa". Penampilan ini mencerminkan keterampilan artistik guru dan tenaga kependidikan di bidang seni islami.
Kelompok ketiga menampilkan konsep santai dengan interaksi langsung kepada siswa. Mengenakan busana hitam dan jarik, mereka membawakan lagu "Tak Segampang Itu" dan drama ringan yang menyenangkan. Puncaknya, penampil mengajak seluruh siswa turut berdansa dengan gerakan variatif yang menghibur.
Kelompok keempat menutup acara dengan tampilan kental nuansa budaya Jawa melalui perpaduan nyanyian dan tarian. Penampilan ini tidak hanya menghibur tetapi juga mengenalkan kekayaan budaya lokal kepada para siswa, mulai dari pakaian tradisional, lagu daerah, gerakan tari, hingga alat musik dan properti seperti topeng dan kuda lumping.
Kepala MAN 1 Yogyakarta Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., memuji kinerja guru dan tenaga kependidikan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, penampilan mereka membuktikan bahwa pendidik tidak hanya bertugas mengajar di ruang kelas, melainkan juga berkontribusi aktif dalam mengembangkan kreativitas dan semangat gotong royong.
Kegiatan MANSA Social Week 2026 menunjukkan bahwa guru dan tenaga kependidikan memiliki peran multifungsi. Mereka tidak sekadar menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga menginspirasi siswa melalui aksi nyata, kolaborasi tim, dan apresiasi terhadap seni serta budaya lokal. Kekompakan yang ditampilkan menjadi teladan bagi siswa tentang pentingnya kebersamaan dalam setiap usaha.