Ribuan Warga Yogyakarta Parade Budaya Tradisional di Fun Walk Tugu–Beringharjo

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 01 Mei 2026 | 23:50:06 WIB
Ribuan warga Yogyakarta mengenakan busana tradisional dalam Cultural Fun Walk dari Tugu hingga Pasar Beringharjo.

Yogyakarta — Jantung Kota Yogyakarta berubah menjadi panggung budaya terbuka pada Jumat (1/5/2026) saat Cultural Fun Walk digelar. Ribuan peserta berjalan santai mengenakan busana tradisional, memenuhi ruas jalan dari Tugu Yogyakarta hingga Pasar Beringharjo dalam representasi nyata komitmen pelestarian budaya di tengah arus modernisasi.

Kegembiraan Bersama Lintas Komunitas Budaya

Cultural Fun Walk hadir sebagai ruang interaksi budaya yang inklusif, melibatkan beragam komunitas budaya di Yogyakarta. Mulai dari komunitas pecinta kebaya, kain tradisional, sastra dan bahasa, museum, hingga komunitas pria bersorjan turut mengambil bagian dalam kegiatan ini.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menerangkan bahwa keterlibatan lintas komunitas menjadi bukti nyata semangat pelestarian budaya terus berkembang. "Yogyakarta sebagai kota budaya harus terus bergerak melalui aktivitas berbasis kearifan lokal," ungkapnya. Meskipun dikemas santai, kegiatan ini tetap sarat makna dengan para peserta menikmati perjalanan sambil menjunjung tinggi nilai-nilai budaya.

Momentum Refleksi Nasional dan Penguatan Identitas

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menegaskan bahwa Cultural Fun Walk memiliki makna lebih dari sekadar jalan santai. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi yang menghubungkan berbagai peringatan penting nasional seperti Hari Kartini, Hari Pendidikan Nasional, Hari Kebangkitan Nasional, hingga Hari Buruh.

"Ini adalah bentuk nyata penguatan identitas budaya yang bisa dinikmati semua kalangan, baik warga lokal maupun wisatawan. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan menjadi ciri khas Kota Yogyakarta," tuturnya.

Pererat Komunitas dan Daya Tarik Wisata

Salah satu peserta, Astuti dari Komunitas Baju Lurik Jogja, merasakan pengalaman berharga dari kegiatan ini. Menurutnya, Cultural Fun Walk menjadi ajang mempererat hubungan antar komunitas sekaligus membuka ruang kolaborasi baru. "Rasanya lebih dekat dan akrab. Banyak komunitas yang terlibat, jadi kita bisa saling mengenal dan memperkuat kebersamaan," katanya.

Lebih dari sekadar kegiatan rekreatif, Cultural Fun Walk telah menjelma menjadi medium interaksi sosial yang efektif sekaligus sarana promosi budaya. Kegiatan ini menunjukkan bahwa identitas lokal tetap relevan dan bahkan bisa menjadi daya tarik wisata unggulan ketika dikemas secara kreatif dan partisipatif.

Yogyakarta kembali membuktikan diri sebagai kota yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mampu menghidupkannya dalam ruang publik secara dinamis. Cultural Fun Walk menjadi simbol bahwa budaya akan terus hidup, selama masyarakat merawatnya bersama.

Reporter: Redaksi
Back to top