DI YOGYAKARTA — PT Pertamina (Persero) menambah pasokan dan memperkuat distribusi BBM di Bali untuk mengurai antrean di SPBU yang sempat mengganggu aktivitas warga. Langkah pemulihan itu dijalankan lewat Pertamina Patra Niaga bersama sejumlah pihak terkait, dengan penambahan armada mobil tangki hingga perpanjangan jam layanan.
Pertamina Patra Niaga memperkuat pasokan dan distribusi bahan bakar minyak di Bali. Penambahan dilakukan karena kolaborasi lintas pihak dinilai menjadi kunci utama dalam menstabilkan kembali layanan di lapangan. Pemulihan tidak hanya menyangkut volume pasokan, tetapi juga kesiapan armada dan jam operasional terminal.
Langkah pemulihan antrean BBM dijalankan melalui sejumlah cara. Pertamina menambah pasokan, memperkuat armada mobil tangki beserta awaknya, mengoptimalkan operasional terminal BBM, hingga memperpanjang jam layanan BBM.
Respons Ahli soal Kolaborasi
Sosiolog sekaligus Guru Besar Universitas Airlangga, Bagong Suyanto, menilai kolaborasi berbagai pihak yang berjalan saat ini telah membantu menenteramkan masyarakat di tengah kendala pasokan BBM di Bali. Menurutnya, nilai dan norma yang masih kuat di masyarakat Bali sangat membantu upaya kolaborasi tersebut.
"Hal yang tak kalah pentingnya adalah komunikasi yang konsisten dalam menjaga kepercayaan public di tengah tantangan pemenuhan energi. Trust tidak mungkin tumbuh kalau tidak ada konsistensi informasi," ujar Bagong, Jumat (23/10/2026).
Bagong menekankan pentingnya keterbukaan informasi agar pemerintah dan perusahaan mendapat kepercayaan masyarakat. "Lebih baik transparan karena masyarakat literasi informasinya makin kuat," ujarnya.
Mengapa Pasokan BBM di Bali Sempat Terganggu
Bali merupakan salah satu wilayah dengan permintaan energi yang tinggi, ditopang sektor pariwisata dan mobilitas warga yang besar. Ketika pasokan tersendat, dampaknya langsung terasa: antrean panjang di SPBU, keluhan pengemudi, hingga kekhawatiran pelaku usaha wisata yang bergantung pada ketersediaan bahan bakar.
Penambahan jam layanan BBM menjadi salah satu solusi cepat karena memperpanjang waktu warga mengisi bahan bakar, sehingga kepadatan di jam-jam tertentu bisa diurai. Optimalisasi terminal BBM memastikan aliran stok dari titik suplai ke SPBU berjalan lebih lancar.
Dampak ke Warga dan Pelaku Usaha
Bagi warga Bali, pemulihan pasokan berarti aktivitas harian kembali normal tanpa harus mengantre berjam-jam. Bagi pelaku usaha, terutama transportasi dan pariwisata, ketersediaan BBM yang stabil menjadi syarat utama agar layanan tidak terganggu.
Penguatan armada mobil tangki dan awaknya menunjukkan bahwa persoalan distribusi tidak cukup diselesaikan dengan menambah stok di terminal. Dibutuhkan kendaraan dan tenaga pengirim yang memadai agar BBM benar-benar sampai ke SPBU tepat waktu.
Konsistensi informasi juga menjadi sorotan. Menurut Bagong, kepercayaan publik hanya tumbuh jika komunikasi soal pasokan dan pemulihan disampaikan secara rutin dan terbuka, bukan hanya saat terjadi masalah.
Pemulihan pasokan BBM di Bali menjadi ujian bagi Pertamina dalam menjaga keandalan distribusi di wilayah dengan permintaan tinggi. Keberhasilan menekan antrean akan menentukan seberapa cepat kepercayaan warga dan pelaku usaha pulih.