Pemkab Gunungkidul Revitalisasi Luweng di Gebluk Kenteng, Antisipasi Banjir Saat Musim Hujan

Penulis: Edi Wahyono  •  Rabu, 16 September 2026 | 08:52:31 WIB
Pemkab Gunungkidul merevitalisasi luweng di Padukuhan Gebluk, Kenteng, Ponjong, untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan.

Pemkab Gunungkidul merevitalisasi saluran pembuangan air bawah tanah atau luweng di Padukuhan Gebluk, Kalurahan Kenteng, Kapanewon Ponjong, untuk menekan risiko banjir akibat saluran tersumbat. Revitalisasi ini menjadi penanganan luweng kedua setelah proyek serupa di Dusun Bintaos, Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus, dinilai efektif mengurangi dampak banjir.

GUNUNGKIDUL — Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) Kabupaten Gunungkidul Rakhmadian Wijayanto menyebut galian luweng yang berfungsi sebagai saluran air hujan tertutup lapisan tanah dan tumpukan sampah. Kondisi itu membuat aliran air tidak lancar dan sempat merendam sejumlah rumah warga di Padukuhan Gebluk.

"Buntunya saluran luweng tersebut menjadi salah satu pemicu utama tidak lancarnya aliran air hujan di Padukuhan Gebluk hingga sempat merendam beberapa rumah warga," kata Rakhmadian di Gunungkidul, Selasa.

Luweng Diandalkan Saat Musim Hujan Tiba

Keberadaan luweng di wilayah Gunungkidul selama ini cukup membantu mengurangi dampak banjir, terutama ketika musim hujan datang. Dinas PUPRKP mencatat revitalisasi luweng di Gebluk merupakan kegiatan penanganan kedua.

Proyek sebelumnya digarap di Dusun Bintaos, Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus. Rakhmadian menilai hasilnya terbukti efektif menekan dampak banjir di kawasan tersebut.

"Proyek revitalisasi di Gebluk ini merupakan kegiatan penanganan luweng kedua, melanjutkan keberhasilan penanganan luweng di Bintaos yang terbukti efektif mengurangi dampak banjir," ujarnya.

Lahan Pertanian Warga Sempat Tak Bisa Ditanami

Lurah Kenteng, Kapanewon Ponjong Citra Wijaya menuturkan, sebelum proyek itu dikerjakan, luapan air hujan akibat saluran tersumbat selalu menggenangi kawasan setempat. Genangan tidak hanya mengganggu lahan pertanian, tetapi juga meluap ke permukiman.

"Sampai lahan pertanian warga sama sekali tidak dapat ditanami tanaman pangan," katanya.

Citra berharap revitalisasi luweng bisa memulihkan lahan pertanian sehingga tahun depan kembali bisa ditanami palawija. Warga di sekitar kawasan telaga, lanjutnya, kini bisa beristirahat tanpa khawatir banjir saat hujan deras.

"Warga yang tinggal di sekitar kawasan telaga kini dapat merasa tenang dan tidur dengan nyenyak tanpa perlu khawatir akan ancaman banjir saat hujan deras turun," ujarnya.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top