DI YOGYAKARTA — Data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) menunjukkan penjualan wholesales mobil listrik naik sepanjang Januari-Agustus 2026. Kenaikan itu menegaskan tren peralihan dari mobil BBM ke kendaraan listrik yang makin nyata di jalanan Indonesia.
Dari peningkatan tersebut, lima merek mendominasi pasar. Dua di antaranya tergolong pendatang baru yang belum genap dua tahun beroperasi di Indonesia.
BYD berada di urutan teratas dengan penjualan wholesales 37.696 unit pada Januari-Agustus 2026. Merek asal Tiongkok ini hadir di Indonesia sejak 2024 dan langsung melesat sendirian di kelasnya.
Kekuatan BYD ada pada ragam modelnya. Konsumen bisa memilih mobil perkotaan seperti Atto 1, sedan seperti Seal, hingga MPV keluarga M6. Teknologi Blade Battery dan platform e-Platform 3.0 jadi andalan di lini produknya.
Pada Atto 1, BYD menawarkan jarak tempuh hingga 380 kilometer berdasarkan pengujian NEDC plus dukungan pengisian cepat DC. Kombinasi pilihan model dan teknologi itu yang membuat BYD sulit dikejar pesaing.
Jaecoo baru hadir di Indonesia pada Januari 2025, tapi namanya langsung masuk daftar terlaris. Merek ini menawarkan desain keren, fitur tinggi, dan harga terjangkau.
Andalannya adalah Jaecoo J5, SUV dengan tenaga maksimum 155 kW dan torsi 288 Nm. Ground clearance-nya 200 mm, jarak tempuh hingga 461 kilometer (NEDC), dan kemampuan menerjang genangan sampai wading depth 450 mm.
Harga Jaecoo J5 mulai Rp 280 juta. Paket spesifikasi dan harga itu yang membuatnya laris di segmen SUV listrik.
Geely juga baru masuk Januari 2025 dan namanya belum tenar. Dalam setahun terakhir, merek ini menjelma jadi salah satu pemain terlaris di pasar mobil listrik Indonesia.
Dua model andalannya adalah Geely EX2 (hatchback) dan EX5 (SUV). Performa, teknologi baterai, dan fitur modern jadi nilai jualnya. Kabinnya dinilai nyaman dan luas, dengan harga yang masih masuk akal untuk kelasnya.
Wuling bukan pemain baru. Wuling Air EV rilis pada 2022 dan berhasil mengambil hati masyarakat lebih dulu dibanding merek lain.
Setelah Air EV, Wuling memperluas lini dengan Binguo EV, Cloud EV, hingga Darion EV. Keunggulan Wuling terletak pada pengalaman dan pemahaman pasar mobil listrik Indonesia.
Soal harga, performa, atau desain, Wuling bisa kalah dari pesaing. Tapi dari sisi pondasi dan rekam jejak, belum ada yang bisa menandinginya.
Aion hadir di Indonesia sejak 2024 dan perlahan menjadi salah satu merek favorit. Performa dan fiturnya sudah terbukti, begitu pula soal kenyamanan dan efisiensi.
Daya tarik utamanya ada pada desain. Aion V (SUV) tampil gagah dan kokoh, sedangkan Aion UT (hatchback 5 seater) punya desain lucu dan futuristik. Dua karakter berbeda untuk dua selera konsumen.
Lima merek ini menguasai penjualan mobil listrik Indonesia sepanjang Januari-Agustus 2026. Merek lama dan pendatang baru bersaing bebas memperebutkan konsumen, sementara populasi mobil listrik di jalanan terus bertambah.
Dominasi BYD masih sulit digeser dalam waktu dekat. Namun kehadiran Jaecoo dan Geely yang langsung menembus lima besar menunjukkan peta persaingan bisa berubah cepat, terutama jika merek-merek Eropa, Jepang, dan Korea mempercepat peluncuran model listrik mereka di pasar lokal.