IHSG Dibuka Turun 11,25 Poin ke 6.532, MDKA dan ANTM Pimpin Top Losers LQ45

Penulis: Redaksi  •  Senin, 14 September 2026 | 11:15:02 WIB
IHSG dibuka melemah 11,25 poin ke level 6.532,66 pada Senin (14/9/2026).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 11,25 poin atau 0,17% ke level 6.532,66 pada pembukaan perdagangan Senin (14/9/2026) pukul 09.00 WIB. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Antam (Persero) Tbk (ANTM), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) menjadi tiga saham yang paling menekan indeks di jajaran top losers LQ45.

JAKARTA — Tekanan jual di saham-saham sektor barang baku menyeret IHSG ke zona merah sejak menit pertama perdagangan. Dari 697 saham yang diperdagangkan, 247 saham naik, 182 saham turun, dan 268 saham stagnan.

Volume perdagangan pagi ini mencapai 1,61 miliar saham dengan total nilai transaksi Rp814,12 miliar. Angka itu menandakan aktivitas pasar masih ramai meski indeks tertekan.

MDKA, ANTM, dan NCKL Kompak di Zona Merah

MDKA, ANTM, dan NCKL menempati posisi teratas daftar top losers LQ45. Ketiganya bergerak di sektor yang sama: tambang dan pengolahan logam.

Pelemahan ketiga saham ini sejalan dengan kinerja sektor barang baku yang turun 1,55% — pelemahan terdalam di antara seluruh indeks sektoral pagi ini. Sektor transportasi menyusul dengan penurunan 1%, disusul sektor infrastruktur yang turun 0,88%.

Dari 11 indeks sektoral, hanya tiga yang bertahan di zona hijau. Sektor perindustrian naik 0,27%, sektor barang konsumen non-siklikal naik 0,12%, dan sektor properti naik tipis 0,01%.

AMMN, MEDC, dan UNTR Jadi Penopang di Tengah Tekanan

Di sisi berlawanan, tiga saham LQ45 mencatat penguatan pagi ini: PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Penguatan AMMN menarik perhatian karena emiten ini bergerak di sektor tambang tembaga dan emas — sektor yang justru sedang tertekan. Posisi AMMN di top gainers menunjukkan investor masih selektif memilih saham tambang berdasarkan fundamental masing-masing emiten.

MEDC dan UNTR yang bergerak di energi dan alat berat menambah tenaga bagi indeks di tengah gelombang jual di sektor barang baku. Namun penguatan ketiganya belum cukup menahan laju IHSG ke level lebih tinggi.

Tekanan Jual Masih Berlanjut dari Akhir Pekan

Pelemahan pagi ini memperpanjang koreksi yang terjadi pada penutupan perdagangan Jumat (11/9/2026). Saat itu IHSG terkoreksi 0,73% ke level 6.541, masih didominasi tekanan jual akibat lonjakan harga minyak dunia yang memicu kekhawatiran investor.

Lonjakan harga minyak global menjadi pemicu utama aksi jual di pasar saham Indonesia. Kekhawatiran investor terhadap dampak kenaikan harga energi terhadap biaya operasional emiten menjadi latar belakang tekanan tersebut.

Secara teknikal, level support IHSG saat ini berada di 6.448 dan 6.318. Sementara level resistance berada di 6.633 dan 6.705.

Pergerakan indeks sepanjang sisa sesi hari ini akan bergantung pada apakah tekanan jual di sektor barang baku mereda. Jika MDKA, ANTM, dan NCKL terus melemah, IHSG berpotensi menguji level support terdekat di 6.448.

Sebaliknya, jika AMMN, MEDC, dan UNTR mampu mempertahankan penguatan, indeks punya peluang memangkas pelemahan menuju level resistance 6.633.

Data IHSG Pukul 09.00 WIB, Senin 14 September 2026

Level6.532,66 (melemah 11,25 poin / 0,17%)
Saham naik / turun / stagnan247 / 182 / 268
Sektor hijauPerindustrian +0,27%, Konsumen Non-Siklikal +0,12%, Properti +0,01%
Sektor merah terdalamBarang Baku −1,55%, Transportasi −1%, Infrastruktur −0,88%
Volume & nilai transaksi1,61 miliar saham, Rp814,12 miliar
Top gainers LQ45AMMN (Amman Mineral), MEDC (Medco Energi), UNTR (United Tractors)
Top losers LQ45MDKA (Merdeka Copper Gold), ANTM (Antam), NCKL (Trimegah Bangun Persada)
Penutupan Jumat (11/9)6.541 (melemah 0,73%)

Data pergerakan pasar bersifat dinamis dan dapat berubah sepanjang sesi perdagangan. Bukan rekomendasi investasi.

Reporter: Redaksi
Back to top