DI YOGYAKARTA — Sebelumnya, Samsung lebih banyak menghadapi rival dari Google dan sejumlah produsen asal China di segmen ponsel lipat. Kini tekanan datang dari arah berbeda, dan Galaxy Z Fold 9 yang belum diperkenalkan menjadi salah satu perangkat paling dinantikan untuk melihat respons Samsung.
Apple punya posisi yang tidak dimiliki kompetitor. Ekosistem iPhone sudah sangat besar, dan sebelum iPhone Duo hadir, pengguna iPhone yang ingin mencoba ponsel lipat harus meninggalkan ekosistem Apple dan beralih ke perangkat Android.
Kondisi itu berubah setelah Apple memiliki perangkat foldable sendiri. Jika iPhone Duo mampu menarik pengguna iPhone, Samsung tidak hanya bersaing untuk mendapatkan pengguna baru, tetapi juga harus mempertahankan basis penggunanya yang sudah ada.
Masuknya Apple juga berpotensi membuat kategori ponsel lipat semakin populer secara keseluruhan. Pasar yang sebelumnya niche kini mendapat perhatian lebih besar dari konsumen maupun media.
Penggemar Samsung berharap Galaxy Z Fold 9 membawa peningkatan yang lebih signifikan dibanding generasi sebelumnya. Sejumlah area yang berpotensi mendapat perhatian antara lain kamera, kapasitas baterai, desain layar, serta pengurangan efek lipatan pada layar.
Samsung juga dapat mempertimbangkan kembali fitur yang sebelumnya dihilangkan dari model standar. Salah satunya adalah Flex Mode, yang masih tersedia pada Galaxy Z Fold 8 Ultra tetapi tidak hadir pada Galaxy Z Fold 8.
Dukungan S Pen juga menjadi salah satu fitur yang berpeluang kembali. Samsung menghapus dukungan stylus pada Galaxy Z Fold mulai generasi Fold 7, sementara iPhone Duo justru menawarkan dukungan Apple Pencil pada kedua layarnya.
Meski ekspektasi tinggi, Galaxy Z Fold 9 belum tentu langsung mendapatkan perubahan besar. Pengembangan smartphone flagship membutuhkan waktu panjang sehingga sejumlah keputusan desain dan spesifikasi kemungkinan sudah ditentukan jauh sebelum iPhone Duo diperkenalkan.
Samsung juga disebut berpotensi menyimpan perubahan yang lebih besar untuk generasi berikutnya. Jika demikian, Galaxy Z Fold 9 mungkin tetap menjadi pembaruan bertahap.
Persaingan dengan Apple baru benar-benar memengaruhi strategi Samsung dalam jangka lebih panjang. Keputusan besar bisa muncul di generasi setelah Fold 9, ketika Samsung sudah punya cukup waktu menilai dampak kehadiran iPhone Duo di pasar.
Bagi calon pembeli di Indonesia, Galaxy Z Fold 9 tetap layak dinantikan sebagai tolok ukur bagaimana Samsung merespons era baru ponsel lipat. Namun jika mengharapkan lompatan besar, ada kemungkinan perubahan signifikan baru akan terasa pada generasi berikutnya.