NVIDIA DLSS 5 Diprotes Gamer, Disebut Filter AI yang Rusak Seni Game

Penulis: Boyke Sihombing  •  Minggu, 13 September 2026 | 18:07:01 WIB
NVIDIA memperkenalkan DLSS 5 yang diklaim menghadirkan kualitas gambar photoreal melalui AI dalam acara GTC Maret.

DI YOGYAKARTA — Klaim NVIDIA, DLSS 5 menghadirkan kualitas gambar "photoreal" lewat AI yang melukis ulang pencahayaan dan material game secara real-time. Gelombang protes muncul tak lama setelah pengumuman.

Gamer dan developer menilai NVIDIA menciptakan sekaligus memaksakan filter yang menimpa arah artistik game. Situasi memanas lagi pada 28 Agustus, ketika versi awal DLSS 5 bocor lewat salinan early-access PC game NBA 2K27 dan modder mulai memaksanya masuk ke game yang tidak dirancang untuk itu.

Apa yang Membedakan DLSS 5 dari Versi Sebelumnya

Setiap rilis DLSS sejak 2018 punya satu tugas yang sama: membuat game berjalan lebih cepat. Model awal merender game di resolusi lebih rendah, lalu memakai AI untuk merekonstruksi gambar agar lebih tajam.

Versi berikutnya menambahkan frame hasil AI di antara frame yang dirender. DLSS 4.5 dengan Dynamic Multi Frame Generation yang diumumkan di CES Januari lalu bahkan menggambar 23 dari setiap 24 piksel di layar lewat pipeline gabungan itu, menurut NVIDIA.

Di semua kasus tersebut, gambar dasarnya tetap milik developer game. AI hanya memproduksinya dengan biaya lebih murah.

DLSS 5 berbeda karena mengubah gambarnya sendiri. NVIDIA menyebut teknologi ini memasukkan data warna dan motion vector tiap frame ke model neural rendering real-time yang "infuses pixels with photoreal lighting and materials".

Model itu menggambar ulang elemen seperti kulit, rambut, kain, dan pencahayaan, sambil tetap berpatokan pada scene 3D game dan konsisten dari frame ke frame. NVIDIA mengklaim DLSS 5 berjalan real-time hingga resolusi 4K.

CEO Jensen Huang menyebutnya "the GPT moment for graphics" saat acara GTC Maret. Bethesda, Capcom, Ubisoft, Tencent, NetEase, dan Warner Bros. Games termasuk penerbit yang mendukung sejak hari pertama.

Demo GTC Jadi Sumber Masalah

Demonstrasi DLSS 5 yang paling banyak memicu kemarahan. Saat showcase GTC Maret, DLSS 5 dijalankan di atas Resident Evil Requiem dan Starfield.

Penonton langsung menyoroti karakter seperti Leon Kennedy dan Grace Ashcroft yang tampil dengan wajah mulus dan mengilap. Alih-alih fotorealistis, hasilnya terlihat seperti beauty filter, sampai muncul istilah "yassified" untuk efek tersebut.

Komentar paling banyak disukai di bawah video peluncuran NVIDIA membandingkan hasilnya dengan gambar buatan AI, dan jumlahnya melebihi like video itu sendiri. Seorang pengguna menulis, "We have achieved it, everything looks like a YouTube thumbnail now."

Menanggapi protes di video peluncurannya, perwakilan NVIDIA menulis bahwa "game developers have full, detailed artistic control" atas DLSS 5 untuk "ensure they maintain their game's unique aesthetic."

Kritik dari Artis dan Developer

Protes terhadap DLSS 5 tidak berhenti di soal estetika. Sejumlah artis dan developer ternama mempertanyakan maksud NVIDIA dengan perangkat lunak ini.

Karla Ortiz, artis yang pernah bekerja dengan Ubisoft dan Blizzard, menulis di Bluesky bahwa teknologi ini "so disrespectful to the intentional art direction of devs". Argumennya, studio yang memang menginginkan hiperrealisme akan membangunnya sendiri.

Kritik lain menyoroti soal konvergensi. Jika ratusan game melewati model yang sama dan dilatih dengan gagasan realisme yang sama, tampilan khas masing-masing game lama-lama melebur.

Bethesda merespons footage Starfield awal dengan menyatakan tim art-nya akan menyetel efek tersebut dan fitur ini akan opsional bagi pemain. Capcom dilaporkan bahkan tidak tahu gamenya akan muncul di demo itu.

Huang sempat memperkeruh situasi sebelum meredakannya. Saat ditanya soal kritik dalam sesi Q&A di GTC, ia menjawab, "Well, first of all, they're completely wrong."

Dalihnya, DLSS 5 beroperasi di level geometri dengan kontrol penuh developer, bukan sebagai filter yang ditempel di atas frame jadi.

Bocoran Agustus dan Sinyal Protes Mulai Mereda

Sejak build-nya bocor akhir Agustus, pemain menyuntikkan DLSS 5 ke berbagai game, dari Control sampai Monster Hunter Rise. Penguji awal mengkritik kualitas gambar dan biaya performa mod Control.

Meski begitu, klip-klip yang sama cukup mengesankan sebagian gamer. TechRadar melaporkan munculnya tanda-tanda pertama "negative tide turning" atau gelombang negatif yang mulai berbalik.

DLSS 5 dijadwalkan rilis resmi musim gugur ini. Implementasi yang disetel developer akan menjadi ujian apakah klaim NVIDIA soal kontrol developer lebih meyakinkan daripada demo-demonya.

Bagi pengguna Indonesia yang menanti, keputusan ada di tangan masing-masing developer. Selama efeknya tetap opsional dan bisa dimatikan, DLSS 5 berpotensi jadi peningkatan visual yang menarik. Jika dipaksakan menyala secara default, kritik yang sama kemungkinan besar akan kembali muncul.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top