DI YOGYAKARTA — Lepas L8 PHEV masuk ke segmen SUV plug-in hybrid yang mulai ramai di pasar Indonesia. KabarOto berkesempatan menjajal langsung SUV ini untuk merasakan karakter berkendaranya, mulai dari kenyamanan, performa, hingga fungsionalitas harian. Pengujian dilakukan dalam sesi test drive terbatas, jadi catatan berikut bersifat kesan berkendara, bukan verdict jangka panjang.
Jantung pacu Lepas L8 PHEV memadukan mesin bensin 4 silinder turbo 1.500 cc dengan motor listrik. Tenaga sistem mencapai 315 dk dan torsi maksimum 365 Nm, disalurkan ke roda depan melalui transmisi otomatis.
Motor listrik memberi respons instan begitu pedal akselerator diinjak. Mesin bensin turbo mengambil alih peran saat mobil butuh tenaga tambahan untuk perjalanan jauh. Kombinasi ini membuat karakter tenaga terasa spontan di kecepatan rendah, tapi tetap mudah diprediksi saat mendahului.
Sumber tenaga listriknya berasal dari baterai berkapasitas 18,3 kWh. Dalam kondisi tertentu, tenaga listrik bisa dipakai untuk mobilitas harian tanpa selalu mengandalkan mesin bensin.
Untuk ukuran SUV PHEV keluarga, angka 8,0 detik dari 0-100 kpj tergolong cepat. Dorongan tenaga terasa sejak kecepatan rendah, tanpa hentakan berlebihan yang bikin penumpang tidak nyaman.
Sistem pengendalian traksi membantu menjaga cengkeraman roda depan saat akselerasi dilakukan lebih agresif. Tenaga besar dari sistem PHEV tetap tersalurkan secara terkontrol, bukan sekadar menggelindingkan roda.
Yang menarik, karakter L8 tidak dibuat agresif. Penyaluran tenaga tetap halus sehingga mobil masih nyaman dipakai di lalu lintas perkotaan yang padat.
L8 memakai suspensi independen dengan MacPherson Strut di depan dan Multi-Link di belakang. Kombinasi ini membuat bantingan terasa nyaman saat melewati permukaan jalan tidak rata, tanpa getaran berlebihan yang masuk ke kabin.
Karakter suspensinya tidak dibuat terlalu empuk. Saat mobil diajak berpindah arah, bodi masih terasa stabil dan tidak limbung berlebihan. Untuk SUV keluarga, setelan ini terasa pas antara kenyamanan dan kontrol.
Dengan wheelbase 2.800 mm, L8 punya proporsi sebagai SUV keluarga yang cukup besar. Ruang kabin terasa lapang, meski soal kualitas material dan ergonomi kursi perlu pengujian lebih lama untuk dinilai secara adil.
Lepas mengklaim L8 mampu menempuh hingga 1.300 kilometer saat baterai dan tangki bahan bakar terisi penuh. Angka ini jadi daya tarik utama bagi konsumen yang ingin kendaraan elektrifikasi tapi masih butuh fleksibilitas perjalanan antarkota.
Catatan penting: klaim 1.300 km biasanya dihitung dari kombinasi mode EV dan hybrid dalam kondisi ideal. Konsumsi riil di jalanan Indonesia, apalagi dengan gaya berkendara agresif atau medan tanjakan, hampir pasti berbeda. Angka ini perlu diverifikasi lewat uji konsumsi standar sebelum dijadikan patokan.
Dari sesi test drive ini, Lepas L8 PHEV menunjukkan karakter yang matang: responsif di kota, nyaman di jalan tidak rata, dan punya potensi efisiensi lewat sistem PHEV. Kombinasi mesin turbo dan motor listrik bekerja mulus tanpa terasa dipaksakan.
Namun ini baru kesan awal. Klaim jarak tempuh 1.300 km, durabilitas baterai setelah pemakaian lama, dan biaya perawatan sistem PHEV masih perlu diuji lebih jauh. Untuk calon pembeli yang butuh SUV keluarga dengan fleksibilitas hybrid, L8 layak masuk daftar pertimbangan — asal tidak langsung percaya angka klaim pabrikan tanpa verifikasi.