DI YOGYAKARTA — Acara ini dipimpin langsung oleh CEO baru Apple, John Ternus. Peluncuran iPhone Duo menandai langkah Apple masuk ke segmen ponsel lipat yang sebelumnya dikuasai Samsung dan sejumlah brand Android.
iPhone Duo mengusung konsep desain yang menyerupai paspor saat ditutup. Apple mengklaim perangkat ini terasa familier dan nyaman digunakan dengan satu tangan.
Layar dalam 7,6 inci dilapisi nano-texture untuk meredam pantulan cahaya. Lapisan ini berguna saat pengguna membaca atau menonton di bawah sinar matahari langsung.
Rangka iPhone Duo dibangun dari titanium grade 5, material yang sama dengan yang dipakai Apple di lini Apple Watch Ultra. Mekanisme engselnya terdiri dari lebih dari 100 komponen presisi.
Konstruksi ini memungkinkan ponsel terlipat rata secara sempurna. Engsel menjadi salah satu titik kritis pada ponsel lipat, karena menentukan seberapa awet perangkat bertahan setelah ribuan kali lipat-buka.
iPhone Duo memakai arsitektur baterai ganda. Apple mengklaim daya tahan hingga 40 jam pemutaran video dalam mode terlipat.
Angka ini lebih tinggi dari kebanyakan flagship konvensional yang biasanya berada di kisaran 20-30 jam untuk pemutaran video. Arsitektur ganda memungkinkan Apple membagi sel baterai ke dua sisi bodi, mengingat ruang internal ponsel lipat lebih terbatas.
iPhone Duo dibanderol mulai 1.999 dolar AS, sekitar Rp 33 juta. Pre-order dibuka pada pertengahan Oktober 2026.
Harga ini menempatkan iPhone Duo di kelas ultra-premium, bersaing langsung dengan ponsel lipat Samsung Galaxy Z Fold series dan sejumlah model lipat dari brand China. Belum ada informasi resmi soal ketersediaan di Indonesia maupun harga rupiah resmi dari Apple Indonesia.
iPhone Duo hadir berdampingan dengan iPhone 18 Pro dalam event yang sama. iPhone Duo diposisikan sebagai perangkat eksperimental Apple di segmen lipat, sementara iPhone 18 Pro melanjutkan lini flagship konvensional.
Bagi pengguna Indonesia yang menunggu iPhone lipat resmi masuk pasar lokal, perlu menunggu pengumuman lebih lanjut soal jadwal rilis dan sertifikasi TKDN. Apple biasanya merilis iPhone di Indonesia beberapa bulan setelah peluncuran global.
iPhone Duo cocok untuk pengguna yang ingin perangkat lipat dengan ekosistem Apple dan tidak masalah dengan harga di atas Rp 30 juta. Untuk pengguna yang lebih mementingkan harga dan ketersediaan resmi di Indonesia, iPhone 18 Pro kemungkinan jadi pilihan lebih realistis.