GUNUNGKIDUL — Di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Candirejo, aktivitas manufaktur dimulai sejak pagi. Sebelum pukul 07.30 WIB, ratusan pekerja sudah berbaris rapi di depan gedung, bersiap menjalani delapan jam kerja merangkai sarung tangan olahraga.
PT Woneel Midas Leathers berdiri di atas lahan 2,9 hektare yang mulai dibangun sejak 2018. Empat gedung produksi dengan luas masing-masing 2.000 hingga 4.000 meter persegi menjadi tempat berlangsungnya proses penjahitan, printing, finishing, hingga pengepakan.
Shella Fitria Anjani, warga Padukuhan Bonpon, Kapanewon Semin, mengaku baru empat bulan bekerja di pabrik tersebut. Ia menerima penghasilan sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK) Gunungkidul, ditambah jaminan BPJS Kesehatan dan akses klinik internal.
"Saya senang, meski baru bekerja empat bulan. PT Woonel sangat memperhatikan karyawan," kata Shella, Kamis siang.
Sebelumnya ia bekerja di toko berjejaring. Menurut Shella, suasana kerja di Woneel lebih nyaman dibandingkan tempat kerjanya dulu.
Ugay Agana Bentar, pekerja asal Banaran 1, Kalurahan Banaran, Kapanewon Playen, sudah mengabdi sejak 2020. Jarak tempuh yang terjangkau membuatnya bisa pulang pergi setiap hari.
"Terhitung dekat dan ini menjadi salah satu alasan tetap bertahan di PT Woonel sejak masuk pertama di 2020 lalu," tutur Ugay.
Meski puas dengan iklim kerja, Ugay menyoroti akses jalan menuju kawasan pabrik. "Cuman akses jalan yang jadi catatan. Harapannya jalan rusak di kawasan pabrik bisa diperbaiki oleh Pemerintah," katanya.
President Director PT Woneel Midas Leathers, Sang Chae (John) Rhee, menuturkan perusahaan mengawali kiprah di industri sarung tangan olahraga pada 1988 di Tangerang. Relokasi pusat produksi ke Semin dilakukan pada 2018.
"Kami butuh masa transisi selama dua tahun karena Perusahaan di Gunungkidul benar-benar bisa beroperasi penuh secara maksimal di 2020 lalu," kata Rhee.
Dengan sokongan lebih dari 2.000 tenaga kerja lokal, pabrik mampu memproduksi 600.000 hingga 750.000 pasang sarung tangan per bulan. Seluruh hasil rakitan diekspor penuh, dengan tujuan utama Amerika Serikat.
Daftar pemasok utama Amer Sports 2026 mencantumkan PT Woneel Midas Leathers di Candirejo, Semin, sebagai pemasok kategori Ball Sports dengan kekuatan 1.001–5.000 tenaga kerja.
Rhee menyebut ketekunan warga lokal sebagai alasan utama memilih Gunungkidul. "Para pekerja baik dan mau belajar. Selain masalah biaya operasional, inilah yang menjadi alasan kenapa memilih lokasi pabrik di Gunungkidul dan bukan tempat lain," ungkapnya.
Perusahaan telah merancang peta bisnis hingga 30 tahun mendatang. Saat ini, perizinan ekspansi tengah diurus untuk membangun gedung operasional baru seluas 600 meter persegi dari total 3,5 hektare lahan yang dimiliki.
"Untuk perizinan kami mendapatkan banyak dukungan karena upaya koordinasi terus dilakukan," tutur Rhee.
Melalui perluasan ini, Woneel membidik lonjakan penyerapan tenaga kerja hingga tiga kali lipat. Dampak ekonomi sudah terasa di sekitar pabrik, dengan tumbuhnya warung dan usaha kecil warga.
"Banyak usaha di sekitaran pabrik sehingga manfaatnya banyak dirasakan oleh orang banyak. Saya sangat senang karena bisa berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di masyarakat," jelas Rhee.
Woneel juga berencana memperbesar fasilitas klinik pabrik agar dapat melayani kebutuhan kesehatan pekerja secara lebih luas.