Pemerintah Daerah (Pemda) DIY resmi mencanangkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi komunitas perusahaan di wilayahnya. Langkah ini menyasar 296.441 pekerja dari 20.336 perusahaan di DIY untuk memastikan kondisi kerja yang aman dan sehat, sekaligus mengejar target capaian yang masih jauh dari harapan.
YOGYAKARTA — Pemda DIY mencanangkan pelaksanaan cek kesehatan gratis (CKG) bagi komunitas perusahaan di wilayahnya. Program ini bertujuan memastikan para pekerja menjalankan aktivitasnya dalam kondisi aman, sehat, dan terlindungi.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemda DIY Anna Rina Herbranti di Yogyakarta, Selasa, mengatakan kesehatan pekerja memiliki peran strategis bagi daerah. Alasannya, pengaruhnya menyentuh produktivitas, keberlangsungan usaha, kesejahteraan keluarga, hingga daya saing daerah.
Angka partisipasi CKG di DIY masih rendah. Pada 2025, capaian tercatat 23,30 persen dari target 36 persen.
Memasuki 2026, target dinaikkan menjadi 46 persen untuk seluruh kelompok umur. Namun, capaian sementara baru menyentuh 19,32 persen.
Kondisi lebih menantang terjadi pada kelompok usia produktif 15–59 tahun. Target tahun ini ditetapkan 45 persen, tetapi realisasi sementara baru mencapai 13,07 persen.
Data wajib lapor ketenagakerjaan DIY mencatat ada 20.336 perusahaan dengan total pekerja mencapai 296.441 orang. Jumlah itu dinilai membuka peluang luas untuk pemeriksaan kesehatan melalui tempat kerja.
“Besarnya jumlah perusahaan dan pekerja ini menunjukkan potensi sasaran pemeriksaan kesehatan yang sangat luas melalui tempat kerja,” kata Anna Rina Herbranti.
Perluasan deteksi dini menjadi penting karena sebagian besar waktu produktif pekerja dihabiskan di lingkungan kerja.
Pencanangan ini menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Kesehatan Nasional ke-62 tahun 2026 yang jatuh pada 11 November. Pemda DIY menyebut kegiatan ini merupakan wujud sinergi keselamatan dan kesehatan kerja dengan upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan.
Pemda DIY berharap inisiatif ini menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam memfasilitasi pemeriksaan kesehatan pekerja. Kemitraan berkelanjutan dengan puskesmas setempat juga diharapkan terbangun dari program ini.
Anna menegaskan, akselerasi perluasan sasaran CKG membutuhkan sinergi pemerintah, perusahaan, fasilitas layanan kesehatan, organisasi pengusaha, serikat pekerja, guru, BPJS, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Sinergi berbagai pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar pemeriksaan kesehatan pekerja semakin mudah diakses dan menjadi bagian dari budaya pencegahan di lingkungan kerja,” ujarnya.