Pemerintah Kota Yogyakarta menyiapkan konsep pengembangan kafe dan warung di kawasan Sungai Code sekitar Bendung Mergangsan dan Taman Perwira. Langkah ini diambil untuk menciptakan ruang ekonomi baru yang dikelola langsung oleh masyarakat setempat, tidak sekadar mengandalkan bantuan program pemberdayaan.
YOGYAKARTA — Kawasan bantaran Sungai Code di sekitar Bendung Mergangsan dan Taman Perwira bakal disulap menjadi pusat aktivitas ekonomi warga. Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta tengah menyiapkan konsep penataan kafe dan warung yang nantinya akan dikelola oleh pelaku usaha dari masyarakat sekitar.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menyatakan target penataan kawasan tersebut rampung pada pertengahan Desember 2026. Harapannya, pada akhir tahun kawasan itu sudah bisa dimanfaatkan warga sebagai ruang ekonomi baru.
Pemkot Yogyakarta memberi perhatian khusus agar pelaku usaha yang mengisi kafe atau warung di kawasan tersebut berasal dari komunitas setempat. Dua kampung yang menjadi prioritas adalah Kampung Surokarsan dan Kampung Prawirodirjan.
"Pengembangan kawasan tidak hanya berdampak pada aspek penataan lingkungan dan pariwisata, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat," kata Wawan Harmawan di Yogyakarta, Senin.
Pihaknya menilai kawasan Sungai Code di sekitar Bendung Mergangsan dan Taman Perwira memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan produktif. Jika ditata dengan baik, area ini dinilai mampu menjadi ruang publik sekaligus pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurut Wawan, pengembangan ekonomi lokal tidak bisa hanya mengandalkan bantuan atau program pemberdayaan. Perlu ada upaya menciptakan ruang usaha baru yang dikelola masyarakat setempat agar dampaknya lebih berkelanjutan.
Selain penataan kafe dan warung, Pemkot Yogyakarta juga mendorong gagasan menjadikan kawasan sekitar Bendung Mergangsan sebagai lokasi wisata air. Sungai Code tidak hanya perlu dijaga kebersihannya, tetapi juga ditata dan dimanfaatkan secara optimal.
"Target kami pertengahan Desember sudah selesai, sehingga akhir Desember sudah bisa digunakan," ujarnya.
Dengan konsep ini, kawasan tersebut diharapkan menjadi ruang ekonomi baru sekaligus mendukung aktivitas masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.