DI YOGYAKARTA — Laptop hybrid 14 inci ini bukan sekadar konvertibel biasa. Lenovo membekalinya dengan prosesor AMD Ryzen 7 250 generasi Hawk Point Refresh yang mengusung arsitektur Zen 4, octa-core 16 thread dengan kecepatan hingga 5,1GHz. Yang lebih menarik, chip ini menyematkan NPU Ryzen AI dengan arsitektur XDNA yang diklaim punya performa 16 TOPS, 1,6x lebih cepat dari pendahulunya.
Untuk menunjang komputasi harian, Lenovo menanamkan RAM 16GB DDR5 5600MHz dual-channel (8GB x 2). Kabar baiknya, memori ini masih bisa di-upgrade hingga maksimal 32GB—sesuatu yang makin langka di kelas laptop tipis modern.
Di sektor grafis, tidak ada GPU diskrit. Lenovo mengandalkan AMD Radeon 780M iGPU dengan arsitektur RDNA 3, 768 shader core, dan kecepatan hingga 2700MHz. GPU terintegrasi ini cukup bertenaga untuk beban kerja menengah, tapi bukan untuk gaming berat atau rendering 3D kompleks.
Panel IPS LCD 14 inci dengan resolusi WUXGA 1920 x 1200 piksel dan aspek rasio 16:10 menawarkan brightness hingga 400 nits yang cemerlang. Engsel 360 derajat memungkinkan penggunaan dalam mode laptop, tent, maupun tablet.
Namun, color gamut hanya 45% NTSC. Ini berarti reproduksi warna tidak seakurat layar dengan cakupan sRGB 100%, sehingga kurang ideal untuk editing foto atau video profesional. Permukaan layar yang glossy juga berpotensi memantulkan cahaya di ruangan terang.
Lenovo melengkapi perangkat ini dengan port yang memadai untuk mobilitas:
Kehadiran WiFi 7 menjadi nilai plus untuk pengguna yang sudah memiliki router generasi terbaru, meski di Indonesia ekosistemnya masih terbatas.
Dengan baterai 4 cell 60 Whrs Lithium Polymer, Lenovo mengklaim daya tahan hingga 10,7 jam berdasarkan pengujian MobileMark 30. Fitur Rapid Charge Boost juga diklaim mampu mengisi daya hingga 80% dalam satu jam.
Untuk keamanan, tersedia webcam full HD 1080p dengan privacy shutter serta IR camera yang mendukung Windows Hello. Lenovo juga membekali laptop ini dengan dua speaker 2x2W yang ditandemkan teknologi Dolby Audio.
Sebagai laptop hybrid, IdeaPad 5 2-in-1 ini menawarkan paket menarik: prosesor kencang dengan NPU, RAM besar yang upgradeable, dan baterai 60Whr. Namun, ada beberapa catatan yang perlu Anda pertimbangkan sebelum mengeluarkan uang puluhan juta rupiah.
Pertama, layar dengan 45% NTSC jelas bukan untuk kreator konten yang butuh akurasi warna. Kedua, port HDMI 1.4b membatasi output ke monitor eksternal 4K pada 30Hz saja. Ketiga, meski sudah mengantongi sertifikasi ketahanan berstandar militer MIL-STD 810H, pastikan varian yang dijual di Indonesia sesuai dengan spesifikasi yang diulas ini.
Laptop ini paling cocok untuk profesional yang butuh perangkat fleksibel untuk produktivitas harian, meeting online, dan multitasking berat—bukan untuk editing video profesional atau gaming. Jika kebutuhan Anda lebih ke arah tersebut, pertimbangkan laptop dengan layar 100% sRGB atau GPU diskrit di kelas harga yang sama.