DI YOGYAKARTA — Program Kartu Prakerja kembali dibuka untuk tahun 2026. Pemerintah menargetkan 7 juta orang masuk sebagai penerima manfaat. Angka ini meningkat dibanding gelombang 2025 yang mencatat 5,2 juta pendaftar.
Meski begitu, peluang tidak otomatis menjadi milik semua yang mendaftar. Kemnaker membuka kesempatan seluas-luasnya, tetapi kelolosan tetap melalui proses seleksi. Karena itu, penting memahami alur dan syarat sebelum mengisi formulir.
Dana cair ke rekening yang didaftarkan tujuh hari setelah peserta melakukan konfirmasi. Pemerintah mencatat sektor teknologi informasi dan energi terbarukan menjadi bidang yang paling banyak diminati. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan lapangan kerja di kedua sektor itu mencapai 12,4 persen pada kuartal pertama 2026.
- e-KTP yang masih berlaku. - Nomor rekening bank, misalnya BCA, Mandiri, atau BNI. - Alamat email aktif dan nomor ponsel yang terdaftar di WhatsApp. - Jika pernah mengikuti pelatihan sebelumnya, siapkan sertifikat atau laporan pelatihan.
Pastikan data diri sesuai dengan yang tertera di KTP. Salah ketik NIK atau nama bisa menghambat proses verifikasi.
1. Buka laman resmi, lalu klik "Daftar Sekarang". 2. Masukkan NIK, nama lengkap, email, dan nomor HP. 3. Verifikasi akun menggunakan kode OTP yang dikirim ke ponsel. 4. Lengkapi profil: riwayat pendidikan, pengalaman kerja, dan bidang keahlian. 5. Unggah dokumen yang telah disiapkan. 6. Klik "Submit". Sistem akan mengeluarkan nomor registrasi yang wajib disimpan.
Antrean daring sering memuncak pada pukul 09.00–11.00 WIB. Jika tidak ingin menunggu lama, daftar di luar rentang waktu itu atau gunakan koneksi internet yang stabil.
Peserta yang lolos bisa langsung memilih pelatihan. Fitur "Rekomendasi Pelatihan" di dalam portal memakai sistem AI untuk menyarankan kursus yang sesuai dengan profil. Peserta juga disarankan mengikuti webinar orientasi yang digelar Kemnaker secara gratis. Dana yang tidak digunakan dalam dua belas bulan otomatis hangus.
Senada, Rina Lestari, konsultan karier independen yang berbasis di Binjai, menyarankan peserta tidak tergesa-gesa. "Banyak pencari kerja yang masih ragu karena belum paham cara mengoptimalkan dana yang diberikan. Saya sarankan mereka memanfaatkan modul belajar mandiri dulu, baru melanjutkan ke pelatihan bersertifikat," ujarnya.
Pusat pelatihan tatap muka juga tersedia, khususnya di Sumatera Utara. Balai Latihan Kerja (BLK) Medan menawarkan kursus digital marketing, bahasa Inggris, dan keterampilan manufaktur. Politeknik Negeri Medan (Polmed) fokus pada teknik komputer dan jaringan. SMK PGRI Pematangsiantar membuka program sertifikasi welding dan otomasi industri.
Data kuartal pertama 2026 menunjukkan 12,8 persen peserta Prakerja di Sumatera Utara memilih pelatihan teknologi informasi. Kategori ini menjadi yang paling diminati di wilayah tersebut.
Perlu ditegaskan, peluang menjadi penerima tidak bisa diprediksi secara pasti. Warga yang tidak lolos di satu gelombang dapat mencoba kembali pada gelombang berikutnya. Pantau selalu informasi resmi dari Kemnaker dan portal Prakerja. Waspadai pihak yang menjanjikan kelolosan dengan imbalan tertentu; pendaftaran tidak dipungut biaya apa pun.