JAKARTA — Ruth Sahanaya resmi merilis album mini (EP) bertajuk Merindu pada Selasa (1/9/2026) di kawasan SCBD, Jakarta. Karya ini menjadi album solo pertamanya setelah jeda panjang delapan tahun sejak perilisan album terakhir sang diva.
Peluncuran EP ini sengaja dipilih bertepatan dengan hari ulang tahun Ruth yang ke-60. Hal itu membuat perilisan karya terbarunya memiliki makna simbolis tersendiri, baik bagi penyanyi yang akrab disapa Mama Uthe itu maupun para penggemar setianya.
EP Merindu memuat enam trek yang terbagi dalam dua kategori. Dua single lama yang sebelumnya sudah diperkenalkan ke publik, yakni "Sebaris Lirik Cinta" dan "Pelangi", turut memperkaya album mini ini.
Empat lagu lainnya merupakan tembang anyar yang belum pernah dirilis sebelumnya. Keempat lagu tersebut adalah "Pagi", "Aku Tak Sanggup", "Terserah Kamu", serta "Aku Merindu" yang diangkat sebagai lagu utama atau title track dalam EP ini.
Dalam karya terbarunya, pelantun "PT. Ceria" itu tidak berdiam diri di zona nyaman. Ia justru mengeksplorasi genre city pop yang lembut dan modern, sebuah langkah berani yang jarang dilakukan penyanyi seangkatannya.
"Jadi, ini juga merupakan sebuah kerinduan saya untuk membuat karya lagi," kata Ruth dalam acara perilisan EP Merindu di kawasan SCBD, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Eksplorasi musik tidak berhenti di situ. Beberapa lagu dalam EP ini juga diaransemen dengan nuansa dansa Latin yang kental, memberikan sentuhan ritme yang hidup. Namun, satu lagu balada tetap dihadirkan sebagai jembatan yang menghubungkan pendengar dengan karakter vokal khas Ruth yang sudah melegenda sejak era 1980-an.
Ruth mengakui proses kreatif album ini menjadi tantangan tersendiri. Ia harus pandai mempertahankan ciri khas bermusiknya sembari mengikuti denyut perkembangan industri musik yang terus berubah.
"Saya memang ingin EP ini menjadi ruang bagi saya untuk bereksplorasi, mencoba warna-warna musik baru yang belum pernah saya jajaki sebelumnya, tetapi tetap dengan cerita dan perasaan yang jujur dari saya," imbuhnya.
Eksekutif Produser Jeffry Waworuntu menilai perilisan karya anyar merupakan bentuk tanggung jawab seorang penyanyi dalam menjaga eksistensi dan profesionalisme di industri musik.
Ia berharap EP Merindu tidak hanya diterima oleh pendengar setia Ruth yang sudah lama menantikan karyanya. Jeffry juga menyasar generasi muda yang belakangan menunjukkan ketertarikan besar terhadap musik bernuansa era 1980-an, seiring tren nostalgia yang kembali menggeliat di industri musik Tanah Air.