KULONPROGO — Aris menyampaikan desakan itu saat dikonfirmasi pada Rabu (2/9/2026). Sampai hari itu, los berukuran 4x20 meter yang roboh di bagian tengah pasar masih menyisakan reruntuhan material dan hanya dipagari garis polisi.
Bangunan ambruk pada 23 Juli 2026 saat tidak ada aktivitas, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Namun bagi pedagang, kejadian itu menghilangkan tempat usaha dan sumber penghasilan mereka tanpa kejelasan kapan pasar kembali difungsikan.
"Kami sangat prihatin atas ambruknya los Pasar Brosot, DPRD mendesak segera dibangun kembali. Kejadian ini harus segera ditangani secara serius, terutama karena menyangkut keselamatan dan keberlangsungan mata pencaharian para pedagang," kata Aris.
"Kami menegaskan bahwa pedagang tidak boleh menjadi pihak yang paling dirugikan akibat kejadian ini," imbuhnya.
Menurut Aris, penanganan tidak cukup hanya memperbaiki bangunan. Pemerintah kabupaten juga harus memastikan perlindungan bagi pedagang kecil yang bergantung pada kios di pasar tersebut.
Aris mendorong Dinas Perdagangan Kulonprogo mencari jalan keluar jangka pendek tanpa harus menunggu anggaran. Ia khawatir jika perbaikan baru menunggu APBD Perubahan 2026, nasib pedagang akan semakin tidak jelas.
"Baik dengan menyediakan tempat berjualan sementara yang layak, aman, dan strategis maupun memberikan solusi agar aktivitas perdagangan dan penghasilan mereka tidak terhenti terlalu lama," ujarnya.
Ambruknya los juga menjadi peringatan bagi kondisi bangunan lain di Pasar Brosot. DPRD meminta Dinas Perdagangan melakukan pemeriksaan teknis menyeluruh terhadap kios dan fasilitas yang masih digunakan, agar tidak ada lagi bangunan lapuk yang membahayakan pedagang maupun pengunjung.
Selain itu, DPRD akan meminta penjelasan kepada organisasi perangkat daerah terkait mengenai penyebab robohnya bangunan dan langkah perlindungan bagi pedagang terdampak.