YOGYAKARTA — Kota Yogyakarta kembali menegaskan posisinya sebagai episentrum kreativitas seni dan budaya di Indonesia. Hal ini diwujudkan lewat peluncuran Jogja Inspira, sebuah pergelaran seni yang mengkolaborasikan musik dengan seni lukis dan puisi, yang digagas oleh Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Yogyakarta bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY.
Edisi perdana Jogja Inspira akan digelar di Ndalem Poenokawan, sebuah cagar budaya yang sebelumnya merupakan balai kota lama Yogyakarta, yang berlokasi di Jalan KH Ahmad Dahlan. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 30 Agustus, dan dihadiri oleh 60 tamu undangan yang merepresentasikan pengurus Kadin DIY, ISEI, akademisi, serta seniman dan budayawan.
"Jogja Inspira lahir dengan semangat untuk mendorong pergelaran musik yang dikolaborasikan dengan seni yang lain, seperti puisi dan sketsa lukisan," ujar Y Sri Susilo, Ketua Panitia Jogja Inspira #01, yang juga merupakan dosen FBE UAJY.
Keunikan pergelaran ini terletak pada deretan penampilnya yang berasal dari lintas profesi. Anggito Abimanyu, yang dikenal sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sekaligus Guru Besar UGM, akan tampil sebagai musisi dan penyair dalam acara ini. Ia akan berkolaborasi dengan Bambang Herras, seorang pelukis sketsa, serta Ova Emilia, Rektor UGM, yang akan membawakan pembacaan puisi.
Selain itu, panggung Jogja Inspira juga akan dimeriahkan oleh Brian Prasetyoadi, yang sebelumnya dikenal sebagai Brian Jikustik, bersama musisi Afriza Animawan. Dalam acara ini, Anggito juga akan membagikan buku kumpulan puisi berjudul Pelita Hati: Untaian Syair Cinta Tanpa Syarat, yang merangkum 11 syair religi bercorak Islami yang ia tulis dalam kurun waktu 13 tahun.
Sebagai salah satu penggagas, Anggito Abimanyu menekankan pentingnya pergelaran musik dengan berbagai skala untuk terus didorong berkembang di Yogyakarta. Menurutnya, kota ini memiliki ekosistem musik yang inklusif dan terus berevolusi, dari alunan tradisional keraton hingga musik eksperimental bawah tanah.
"Sebagai salah satu kota barometer musik di Indonesia, pergelaran musik dengan berbagai skala harus didorong untuk dapat berkembang," kata Anggito dalam pernyataannya.
Robby Kusumaharta, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang 1 Kadin DIY yang juga penggagas acara ini, menambahkan bahwa pengurus Jogja Inspira harus bekerja keras agar acara ini dapat berlanjut dan berkesinambungan secara periodik. Rencananya, untuk edisi mendatang atau Jogja Inspira #02, pihak panitia akan menghadirkan musisi Nano Tirta.