KA Sri Tanjung Yogyakarta-Banyuwangi Rp94.000, Kereta Subsidi yang Tiketnya Cepat Habis, Catat Jadwal Terbaru

Penulis: Dedi Supriadi  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 08:27:31 WIB
Penumpang mengantre di Stasiun Lempuyangan untuk naik KA Sri Tanjung jurusan Yogyakarta-Banyuwangi dengan tarif Rp94.000 per orang.

YOGYAKARTA — Perjalanan darat dari Yogyakarta ke Banyuwangi sepanjang lebih dari 400 kilometer kini bisa ditempuh dengan biaya di bawah Rp100.000. Kereta Api Sri Tanjung menjadi primadona bagi penumpang dengan anggaran terbatas karena tarifnya hanya Rp94.000 per orang untuk sekali perjalanan.

Jadwal Keberangkatan dari Lempuyangan dan Ketapang

KA Sri Tanjung berangkat dari Stasiun Lempuyangan pukul 07.00 WIB dan tiba di Stasiun Ketapang pukul 20.00 WIB. Total waktu tempuh mencapai 13 jam. Untuk perjalanan sebaliknya, kereta berangkat dari Stasiun Ketapang pukul 07.33 WIB dan tiba di Lempuyangan pukul 19.33 WIB.

Jadwal ini berlaku setiap hari secara reguler. Penumpang bisa memanfaatkannya untuk mudik, wisata, atau perjalanan dinas antarkota.

Harga di Bawah Kereta Lain di Rute yang Sama

Selisih tarif KA Sri Tanjung cukup mencolok jika dibandingkan dengan kereta lain di lintas yang sama. KA Logawa misalnya, dibanderol sekitar Rp320.000 untuk kelas ekonomi dan Rp570.000 untuk kelas eksekutif. Sementara KA Wijayakusuma mematok tarif mulai Rp370.000 untuk ekonomi dan Rp550.000 untuk eksekutif.

Selisih hingga tiga kali lipat ini yang membuat Sri Tanjung selalu menjadi incaran. Kereta ini termasuk kategori PSO atau kereta ekonomi bersubsidi yang mendapat dukungan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Tips Mendapatkan Tiket: Pesan Jauh-Jauh Hari

Tingginya minat masyarakat terhadap kereta subsidi ini membuat tiket KA Sri Tanjung kerap habis dalam waktu singkat. Calon penumpang disarankan memesan tiket jauh-jauh hari melalui aplikasi resmi KAI atau kanal penjualan lainnya agar tidak kehabisan kursi sesuai jadwal yang diinginkan.

Selain mendukung mobilitas warga, keberadaan kereta bersubsidi seperti Sri Tanjung juga dinilai membantu pertumbuhan ekonomi daerah yang dilalui serta mendorong penggunaan transportasi massal yang lebih ramah lingkungan.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: kabarpenumpang.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top